Gandeng TikTok, WHO Cegah Informasi Hoaks Seputar Virus Corona

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 01 Maret 2020
Gandeng TikTok, WHO Cegah Informasi Hoaks Seputar Virus Corona

WHO Gandeng TikTok untuk cegah informasi yang salah tentang virus corona (Foto: anadoluagency)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ORGANISASI Kesehatan Dunia WHO tentunya ingin menghentikan sejumlah kesalahan informasi tentang virus corona. Terkait hal itu, WHO pun lantas mengambil langkah yang mengejutkan.

Dilansir dari laman engadget, WHO telah bergabung dengan tiktok, dan mengunggah video pertamanya, dengan tujuan untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 atau virus corona, dan meluruskan sejumlah kabar tentang corona.

Baca Juga:

Bungkam Penebar Hoax Corona, Tiongkok Gunakan WeChat dan Twitter

WHO bergabung dengan TikTok untuk mencegah informasi salah tentang virus corona (foto: screenshot TikTok WHO)

Pada video tersebut, WHO menjelaskan bagaimana kamu bisa melindungi diri dan orang lain terhadap virus corona. Seperti halnya cara menggunakan masker dan seberapa perlu masker dipakai atau tidak. Disamping itu, WHO juga menekankan bahwa kamu tak memerlukan masker jika tak mengalami gejala.

Baca Juga:

Cara Samsung Tetap Kokoh di Tengah Dampak Virus Corona

Video dari WHO tersebut tak akan bersaing dengan tutorial dance terbaru atau video komentar politik, justru video itu mendapatkan banyak perhatian dari pengguna TikTok. Terbukti dari video awal yang memiliki 6,5 juta viewers, sedangkan video yang kedua memiliki lebih dari 252.000 viewers.

Virus corona menyebabkan kepanikan di berbagai penjuru dunia (Foto: propakistani)

Terkait video tersebut, Gizmodo mecatat ini bukan organisasi dunia pertama yang menggunakan TikTok untuk melawan informasi yang salah.

Karena sebelumnya The Red Cross dan UNICEF telah aktif. Namun, penting bagi WHO untuk bergabung dengan berbagai jejaring sosial sejak awal.

Terkait virus corona sendiri, sebelumnya ada salah satu pengguna TikTok yang secara salah mengklaim telah terinfeksi virus atau menyebarkan kepanikan. Hal itu pun memberikan efek yang sangat merugikan masyarakat, karena TikTok merupakan salah satu aplikasi dengan pengguna terbesar di dunia.

Menanggapi hal itu, TikTok telah menyediakan akses cepat ke sumber terpercaya, termasuk WHO, untuk orang yang mencari tagar Corona. Kehadiran WHO sendiri akan sangat penting untuk memberikan fakta-fakta yang jelas terkait virus corona. (Ryn)

Baca Juga:

Viral! Hindari Virus Corona, Perempuan Ini Gunakan Kostum Jerapah Ke Rumah Sakit

#Virus Corona #WHO
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Dunia
WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
Indonesia
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Tenaga ahli pemantauan dan pengendalian hewan pengerat telah dikerahkan untuk membantu warga dalam upaya pencegahan penyebaran virus.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Dunia
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Nasib kapal MV Hondius memicu kekhawatiran internasional setelah tiga orang yang bepergian di atasnya meninggal dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Indonesia
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
MV Hondius membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Kapal itu berangkat dari Argentina dan melintasi Samudra Atlantik
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
Indonesia
Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi
Otoritas kesehatan ini tengah berpacu melacak puluhan orang yang baru turun dari kapal berbendera Belanda MV Hondius.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
 Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi
Lifestyle
Wabah Hantavirus Tewaskan Penumpang di MV Hondius, WHO Sebut bukan Paling Mematikan tapi Berbahaya
WHO secara resmi mengategorikan hantavirus sebagai virus berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit serius dan berisiko fatal pada manusia.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Wabah Hantavirus Tewaskan Penumpang di MV Hondius, WHO Sebut bukan Paling Mematikan tapi Berbahaya
Bagikan