WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan

Mengenal patogen Zoonosis. (Foto: unsplash/jan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — WORLD Health Organization (WHO) pada Kamis (7/5) mengatakan lebih banyak kasus hantavirus mungkin akan muncul, tapi wabah tersebut diperkirakan tetap terbatas jika langkah pencegahan diterapkan. Hingga kini, penyakit itu menewaskan tiga penumpang kapal pesiar.

Seorang penumpang lain yang sakit dari MV Hondius tiba di Eropa pada Kamis, sedangkan kapal tersebut menuju sebuah pulau di Spanyol dan para pejabat kesehatan berupaya memetakan penyebaran strain virus antarmanusia yang berpotensi mematikan itu.

Nasib kapal MV Hondius memicu kekhawatiran internasional setelah tiga orang yang bepergian di atasnya meninggal dunia. Namun, pejabat kesehatan mengecilkan kekhawatiran akan wabah global yang lebih luas dari virus yang ditularkan tikus tersebut. WHO menilai penyebaran hantavirus tak akan terlalu meluas jika dibandingkan dengan COVID-19.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa secara keseluruhan terdapat lima kasus terkonfirmasi dan tiga kasus dugaan, termasuk tiga kematian.

“Mengingat masa inkubasi virus Andes yang bisa mencapai enam minggu, lebih banyak kasus mungkin akan dilaporkan,” katanya, dikutip The Korea Times. Ghebreyesus merujuk pada strain langka yang terdeteksi di atas Hondius dan dapat menular antarmanusia.

Prediksi tersebut dengan cepat terbukti benar setelah Leiden University Medical Centre di Belanda mengumumkan pada Kamis malam bahwa seorang pasien lain dinyatakan positif. Namun, Direktur Kesiapsiagaan dan Respons Darurat WHO Abdi Rahman Mahamud menegaskan hal ini akan menjadi wabah yang terbatas jika langkah kesehatan masyarakat diterapkan dan solidaritas ditunjukkan di seluruh negara.

Orang-orang yang diduga tertular virus itu sedang menjalani perawatan atau isolasi di Inggris, Jerman, Belanda, Swiss, dan Afrika Selatan. “Ini bukan awal epidemi. Ini bukan awal pandemi. Ini bukan COVID-19,” tegas Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove.



Baca juga:

Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar

12 Negara telah Diperingatkan




Hantavirus adalah penyakit pernapasan langka yang biasanya menyebar dari hewan pengerat terinfeksi dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, gangguan jantung, serta demam berdarah. Belum ada vaksin maupun obat yang diketahui untuk penyakit ini sehingga pengobatan hanya berfokus pada upaya meredakan gejala.

Seorang penumpang diduga tertular virus sebelum naik kapal di Argentina dan kemudian menularkan kepada orang lain saat kapal berlayar melintasi Samudra Atlantik.

Oceanwide Expeditions menyatakan tiga orang yang dievakuasi dibawa keluar dari kapal pada Rabu dan seorang lainnya tiba di Amsterdam pada Kamis. “Tidak ada individu bergejala di atas kapal saat ini,” kata perusahaan itu dalam pernyataan saat kapal berlayar menuju Pulau Tenerife.

Sementara itu, UK Health Security Agency menyebut dua orang yang kembali ke Inggris dari kapal tersebut diminta menjalani isolasi mandiri. “Mereka tidak menunjukkan gejala dan risiko bagi publik dinilai sangat rendah,” imbuh badan tersebut.

Pejabat di Argentina mengatakan mereka berencana menguji hewan pengerat di kota pesisir Ushuaia, tempat kapal memulai pelayaran pada 1 April.

“Semua tamu tersebut telah dihubungi oleh Oceanwide Expeditions. Kami sedang berupaya memastikan detail seluruh penumpang dan awak yang naik dan turun dari Hondius sejak 20 Maret,” kata Ghebreyesus.

Ia mengatakan WHO telah memberi tahu 12 negara bahwa warga mereka turun dari kapal pesiar di Saint Helena.(dwi)

Baca juga:

Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya

#MV Hondius #Hantavirus #WHO
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Beredar informasi yang menyebut Hantavirus adalah virus bohongan yang diambil dari bahasa Israel. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Indonesia
Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Menurut dia, virus itu berpotensi menjadi pandemi seperti COVID-19 apabila tidak ditangani dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
 Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Indonesia
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Timwas DPR meminta jemaah untuk menjaga kebersihan, menggunakan masker di tempat umum, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 17 Mei 2026
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Indonesia
Ancaman Virus Hanta Mengintai Wilayah Urban, DPR RI Desak Penguatan Edukasi
Meskipun Indonesia sedang gencar membangun infrastruktur seperti jalan tol dan gedung pencakar langit, risiko ancaman virus yang dibawa oleh tikus (rodensia) ini justru semakin tinggi
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Ancaman Virus Hanta Mengintai Wilayah Urban, DPR RI Desak Penguatan Edukasi
Dunia
Wabah Hantavirus di MV Hondius, Argentina akan Kirim Ahli untuk Selidiki Sumber
Pasangan asal Belanda yang diidentifikasi WHO sebagai penumpang pertama kapal pesiar terinfeksi hantavirus diketahui menghabiskan beberapa bulan di Argentina.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
  Wabah Hantavirus di MV Hondius, Argentina akan Kirim Ahli untuk Selidiki Sumber
Bagikan