MERAHPUTIH.COM — WORLD Health Organization (WHO) pada Kamis (7/5) mengatakan lebih banyak kasus hantavirus mungkin akan muncul, tapi wabah tersebut diperkirakan tetap terbatas jika langkah pencegahan diterapkan. Hingga kini, penyakit itu menewaskan tiga penumpang kapal pesiar.
Seorang penumpang lain yang sakit dari MV Hondius tiba di Eropa pada Kamis, sedangkan kapal tersebut menuju sebuah pulau di Spanyol dan para pejabat kesehatan berupaya memetakan penyebaran strain virus antarmanusia yang berpotensi mematikan itu.
Nasib kapal MV Hondius memicu kekhawatiran internasional setelah tiga orang yang bepergian di atasnya meninggal dunia. Namun, pejabat kesehatan mengecilkan kekhawatiran akan wabah global yang lebih luas dari virus yang ditularkan tikus tersebut. WHO menilai penyebaran hantavirus tak akan terlalu meluas jika dibandingkan dengan COVID-19.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa secara keseluruhan terdapat lima kasus terkonfirmasi dan tiga kasus dugaan, termasuk tiga kematian.
“Mengingat masa inkubasi virus Andes yang bisa mencapai enam minggu, lebih banyak kasus mungkin akan dilaporkan,” katanya, dikutip The Korea Times. Ghebreyesus merujuk pada strain langka yang terdeteksi di atas Hondius dan dapat menular antarmanusia.
Prediksi tersebut dengan cepat terbukti benar setelah Leiden University Medical Centre di Belanda mengumumkan pada Kamis malam bahwa seorang pasien lain dinyatakan positif. Namun, Direktur Kesiapsiagaan dan Respons Darurat WHO Abdi Rahman Mahamud menegaskan hal ini akan menjadi wabah yang terbatas jika langkah kesehatan masyarakat diterapkan dan solidaritas ditunjukkan di seluruh negara.
Orang-orang yang diduga tertular virus itu sedang menjalani perawatan atau isolasi di Inggris, Jerman, Belanda, Swiss, dan Afrika Selatan. “Ini bukan awal epidemi. Ini bukan awal pandemi. Ini bukan COVID-19,” tegas Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove.
Baca juga:
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
12 Negara telah Diperingatkan
Hantavirus adalah penyakit pernapasan langka yang biasanya menyebar dari hewan pengerat terinfeksi dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, gangguan jantung, serta demam berdarah. Belum ada vaksin maupun obat yang diketahui untuk penyakit ini sehingga pengobatan hanya berfokus pada upaya meredakan gejala.
Seorang penumpang diduga tertular virus sebelum naik kapal di Argentina dan kemudian menularkan kepada orang lain saat kapal berlayar melintasi Samudra Atlantik.
Oceanwide Expeditions menyatakan tiga orang yang dievakuasi dibawa keluar dari kapal pada Rabu dan seorang lainnya tiba di Amsterdam pada Kamis. “Tidak ada individu bergejala di atas kapal saat ini,” kata perusahaan itu dalam pernyataan saat kapal berlayar menuju Pulau Tenerife.
Sementara itu, UK Health Security Agency menyebut dua orang yang kembali ke Inggris dari kapal tersebut diminta menjalani isolasi mandiri. “Mereka tidak menunjukkan gejala dan risiko bagi publik dinilai sangat rendah,” imbuh badan tersebut.
Pejabat di Argentina mengatakan mereka berencana menguji hewan pengerat di kota pesisir Ushuaia, tempat kapal memulai pelayaran pada 1 April.
“Semua tamu tersebut telah dihubungi oleh Oceanwide Expeditions. Kami sedang berupaya memastikan detail seluruh penumpang dan awak yang naik dan turun dari Hondius sejak 20 Maret,” kata Ghebreyesus.
Ia mengatakan WHO telah memberi tahu 12 negara bahwa warga mereka turun dari kapal pesiar di Saint Helena.(dwi)
Baca juga:
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya