MerahPutih.com- Seluruh penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dalam tragedi kebakaran hebat di perairan Pulau Merak Besar, Cilegon, Banten, Selasa (20/10) sore.
Namun, seluruh kendaraan bermotor yang ikut diangkut kapal jenis roll-on/roll-off (ro-ro) dalam pelayaran dari Bakauheni, Lampung itu gagal diselamatkan.
Semuanya kini ikut ludes dimakan si jago merah bersama KMP Batumandi yang habis terbakar di perairan laut Pelabuhan Merak.
Untuk update perkembangan kecelakaan kapal KM Batumandi ini, informasi yang kami terima untuk seluruh penumpang sudah berhasil dievakuasi,
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, kepada media di Merak, Selasa (20/10) malam.
Evakuasi Berantai Armada Gabungan
Penyelamatan ratusan penumpang terpaksa dilakukan secara berantai menggunakan barisan armada penyelamat mulai dari kapal patroli, perahu nelayan lokal, hingga perahu karet dan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas Banten.
Seluruh korban yang berhasil dievakuasi dari atas perairan langsung diarahkan menuju zona penanganan medis darurat di Dermaga 6 Eksekutif Pelabuhan Merak.
Hingga Selasa malam, pihak Basarnas Banten bersama otoritas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) masih terus melakukan verifikasi manifest resmi.
"Kondisi saat ini masih ada titik-titik api yang menyala, sehingga itu yang menjadi fokus tim gabungan untuk sesegera mungkin melakukan pemadaman," imbuh Rizky.
Kebakaran Berawal dari Percikan Api Dek Atas Kapal
Corporate Secretary ASDP Windy Andale membeberkan bahwa KMP Batumandi awalnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni pada pukul 14.52 WIB sebelum akhirnya mendapati gangguan teknis sekitar pukul 16.15 WIB.
Petugas darat melihat munculnya titik percikan api dari bagian buritan belakang kapal, tepatnya di dek atas yang dikhususkan untuk mengangkut muatan kendaraan kecil. Hingga kini ASDP mengonfirmasi belum bisa memastikan penyebab utama pemicu kebakaran. (*)