MerahPutih.com - Diagnos Laboratorium menjadi salah satu dari 742 laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk hasil pemeriksaan swab PCR dan Antigen sebagai syarat penerbangan.
Terjadi lonjakan drastis dalam pemeriksaan COVID-19 di Diagnos Lab sejak traveler yang ingin terbang saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang wajib membawa hasil tes swab.
Baca Juga
Agresif Bangun Swab Center Baru, Diagnos Lab Cetak Laba Rp21,7 Miliar
Menjelang bulan juni 2021, pemeriksaan PCR harian yang dilakukan PT Diagnos Laboratorium Utama, Tbk. terus bertambah baik di lab PCR yang berada di Jakarta maupun yang ada di kota Bali.
"Secara kumulatif pemeriksaan PCR yang dilakukan perusahaan sekarang secara rata-rata per harinya sudah mengalami peningkatan sampai dengan 25 persen, yaitu dari 1.500 pemeriksaan tiap harinya diawal tahun menjadi 2.000 pemeriksaan setiap harinya sekarang," kata Managing Director PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk, dr Dennis Jacobus, SpPK dalam keterangannya, Senin (19/7).
Saat ini kapasitas pemeriksaan PCR PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk, sudah mencapai 2.900 test pcr per hari.
"jumlah test PCR yang kami dilakukan dibali meningkat sampai 1.000 persen, dari 30 test PCR per hari menjadi 300 test per hari," tuturnya.
Ditambahkannya, untuk dapat diagnosis yang terbaik, DGNS konsisten melakukan implementasi pengendalian kualitas dengan baik di dalam metode pemeriksaan, proses evaluasi dan pelatihan SDM untuk memberikan hasil pemeriksaan kesehatan yang akurat.
Sebagai informasi, Diagnos Laboratorium (DGNS) merupakan bagian dari PT Bundamedik Tbk. (BMHS) yang merupakan pemilik dari Rumah Sakit Bunda Group. Dan saat ini, Diagnos Laboratorium sudah memiliki tiga cabang yaitu di Jakarta, Padang dan Denpasar, 19 outlet dan tiga swab center di wilayah Indonesia. (*)
Baca Juga
Diagnos Lab Luncurkan Circle DNA, Pasien Bisa Dapat Lebih dari 500 Data Genetik