Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kuliah Gratis di PTN, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Turunkan Kualitas Pendidikan

Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026

MerahPutih.com - Rencana pemerintah memperluas pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri (PTN) dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Namun, kebijakan tersebut harus disiapkan secara matang agar pembebasan biaya kuliah tidak berdampak pada kualitas pendidikan tinggi.

Baca juga:

Kabar Gembira, Anggaran KIP Kuliah Ditambah Rp 1,2 Triluan Bakal Diterima 220 Ribu Mahasiswa

Pengamat Sosial Soroti Rencana Biaya Pendidikan Gratis di Indonesia

Pengamat sosial, Naek Pangaribuan mengatakan, bahwa pendidikan gratis tidak berarti biayanya hilang. Biaya tersebut hanya berpindah dari peserta didik kepada negara.

Pendidikan gratis bukan berarti pendidikan tanpa biaya. Biaya itu tetap ada, hanya sumber pembiayaannya yang berpindah dari peserta didik kepada negara.

kata Naek di Jakarta, Jumat (25/9)

Menurut dia, pemerintah perlu menghitung secara menyeluruh kebutuhan pembiayaan PTN apabila mahasiswa nantinya tidak lagi dibebani biaya kuliah.

Perguruan tinggi tetap membutuhkan anggaran untuk membayar dosen, menyediakan laboratorium, perpustakaan, penelitian, pemeliharaan gedung hingga pengembangan teknologi.

Baca juga:

Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu

“Biaya kuliah boleh dibebaskan, tetapi mutu pendidikan tidak boleh diturunkan,” ujarnya.

Naek juga menilai, pemerintah perlu memiliki peta jalan yang jelas sebelum menerapkan kuliah gratis secara luas.

Pelaksanaan secara bertahap dinilai penting agar kemampuan fiskal negara tetap sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi.

Pemerintah Perlu Kaji Biaya yang Jadi Beban Mahasiswa

Selain biaya kuliah, menurut dia, pemerintah perlu memperhitungkan berbagai biaya yang selama ini menjadi beban mahasiswa.

“Jangan sampai anak dari keluarga miskin tetap kesulitan masuk perguruan tinggi karena biaya hidup, transportasi, tempat tinggal, buku, perangkat digital atau kebutuhan akademik lainnya,” katanya.

Jadi, konsep pendidikan gratis menurut Naek seharusnya tidak berhenti pada pembebasan tuition fee atau biaya pendidikan.

Negara juga perlu menyiapkan ekosistem pendukung, seperti beasiswa, asrama, dukungan perangkat pembelajaran serta program afirmasi bagi mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Baca juga:

Kuliah Gratis di PTN Mulai Dikaji, Pemerintah Hitung Kebutuhan Anggarannya

Ia mengatakan, keberhasilan program pendidikan gratis juga tidak seharusnya hanya diukur dari berapa banyak mahasiswa yang tidak membayar biaya kuliah.

Menurut dia, pendidikan gratis harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang negara.

“Pendidikan bukan beban negara, melainkan investasi negara. Dan investasi terbaik sebuah bangsa bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi membangun manusia,” katanya. (knu)

Baca Artikel Asli