Kubu Jokowi Undang Alumni 212 Masuk Lingkaran Kekuasaan

Senin, 22 April 2019 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Kubu Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) mengindikasikan bakal membuka ruang bagi siapapun untuk ikut andil dalam pemerintahan. Tak terkecuali bagi kelompok yang awalnya berserangan dari massa Alumni Gerakan 212.

"Kami berharap 212, dan 411 akan menjadi bagian pemerintahan ini," kata anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Bima, di Kantor TKN, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

arya bima
anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Bima. Foto: MP

Arya juga menyambut baik adanya niat baik dari anggota PA 212 Kapitra Ampera yang mengajak teman-temannya mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres lalu. Era kepemimpinan Jokowi, lanjut dia, tidak ingin umat Islam di Indonesia terkotak-kotak.

"Kita ingin umat Islam tetap menjadi pilar pemersatu bangsa tentunya menjadi pilar persatuan bersama umat" lainnya," tegas Politikus PDIP ini.

BACA JUGA: Jokowi-Ma'ruf Menang, Kapitra Bakal Jemput Rizieq Shihab ke Indonesia

Menurut dia, Jokowi dan Ma'ruf adalah simbol dari rekonsiliasi semua anak bangsa. "Kita harapkan tidak lagi ada kelompok yang termarjinalkan dan terpinggirkan oleh figur kekuasaan yang waktu itu mungkin belum merasa dalam lingkaran kekuasaan," tutup Arya.

kapitra
Kapitra saat memberikan keterangan pers di kantor TKN Menteng. (MP/Kanugrahan)

Sebelumnya, eks pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengklaim bahwa kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pipres karena didukung mayoritas umat Islam, termasuk alumni 212. Bahkan, Kapitra mengklaim ada 4 juta massa yang ikut Aksi 212 di Monas Desember 2016 silam memilih Jokowi.

"Sebanyak 4.000.716 orang, aksi 212 memilih Jokowi dan Ma'ruf Amin. Saya punya data itu. Mari kita mendoakan Pak Jokowi ini menjadi pemimpin yang amanah, membawa Indonesia menjadi negara yang diberkahi, negara yang memberikan kesejahteraan untuk semua masyarakat,” kata Kapitra di tempat yang sama.

BACA JUGA: BPN Prabowo Tolak Mentah-Mentah Seruan Rekonsiliasi

Kapitra menambahkan sebagai penggerak aksi menentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu tak akan memberikan cek kosong dalam mendukung pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin ke depan. "Kami akan kawal kebijakan-kebijakan (Jokowi-Ma’ruf Amin),” tutup Kapitra. (Knu)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan