Kubu Jokowi Undang Alumni 212 Masuk Lingkaran Kekuasaan
Massa 212 memadati jalan protokol Sudirman dan Thamrin Jakarta (MP/Rizki Fitrianto)
MerahPutih.com - Kubu Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) mengindikasikan bakal membuka ruang bagi siapapun untuk ikut andil dalam pemerintahan. Tak terkecuali bagi kelompok yang awalnya berserangan dari massa Alumni Gerakan 212.
"Kami berharap 212, dan 411 akan menjadi bagian pemerintahan ini," kata anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Bima, di Kantor TKN, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).
Arya juga menyambut baik adanya niat baik dari anggota PA 212 Kapitra Ampera yang mengajak teman-temannya mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres lalu. Era kepemimpinan Jokowi, lanjut dia, tidak ingin umat Islam di Indonesia terkotak-kotak.
"Kita ingin umat Islam tetap menjadi pilar pemersatu bangsa tentunya menjadi pilar persatuan bersama umat" lainnya," tegas Politikus PDIP ini.
BACA JUGA: Jokowi-Ma'ruf Menang, Kapitra Bakal Jemput Rizieq Shihab ke Indonesia
Menurut dia, Jokowi dan Ma'ruf adalah simbol dari rekonsiliasi semua anak bangsa. "Kita harapkan tidak lagi ada kelompok yang termarjinalkan dan terpinggirkan oleh figur kekuasaan yang waktu itu mungkin belum merasa dalam lingkaran kekuasaan," tutup Arya.
Sebelumnya, eks pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengklaim bahwa kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pipres karena didukung mayoritas umat Islam, termasuk alumni 212. Bahkan, Kapitra mengklaim ada 4 juta massa yang ikut Aksi 212 di Monas Desember 2016 silam memilih Jokowi.
"Sebanyak 4.000.716 orang, aksi 212 memilih Jokowi dan Ma'ruf Amin. Saya punya data itu. Mari kita mendoakan Pak Jokowi ini menjadi pemimpin yang amanah, membawa Indonesia menjadi negara yang diberkahi, negara yang memberikan kesejahteraan untuk semua masyarakat,” kata Kapitra di tempat yang sama.
BACA JUGA: BPN Prabowo Tolak Mentah-Mentah Seruan Rekonsiliasi
Kapitra menambahkan sebagai penggerak aksi menentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu tak akan memberikan cek kosong dalam mendukung pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin ke depan. "Kami akan kawal kebijakan-kebijakan (Jokowi-Ma’ruf Amin),” tutup Kapitra. (Knu)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba