Kubu Jokowi Undang Alumni 212 Masuk Lingkaran Kekuasaan

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 22 April 2019
Kubu Jokowi Undang Alumni 212 Masuk Lingkaran Kekuasaan

Massa 212 memadati jalan protokol Sudirman dan Thamrin Jakarta (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kubu Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) mengindikasikan bakal membuka ruang bagi siapapun untuk ikut andil dalam pemerintahan. Tak terkecuali bagi kelompok yang awalnya berserangan dari massa Alumni Gerakan 212.

"Kami berharap 212, dan 411 akan menjadi bagian pemerintahan ini," kata anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Bima, di Kantor TKN, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

arya bima
anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Bima. Foto: MP

Arya juga menyambut baik adanya niat baik dari anggota PA 212 Kapitra Ampera yang mengajak teman-temannya mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres lalu. Era kepemimpinan Jokowi, lanjut dia, tidak ingin umat Islam di Indonesia terkotak-kotak.

"Kita ingin umat Islam tetap menjadi pilar pemersatu bangsa tentunya menjadi pilar persatuan bersama umat" lainnya," tegas Politikus PDIP ini.

BACA JUGA: Jokowi-Ma'ruf Menang, Kapitra Bakal Jemput Rizieq Shihab ke Indonesia

Menurut dia, Jokowi dan Ma'ruf adalah simbol dari rekonsiliasi semua anak bangsa. "Kita harapkan tidak lagi ada kelompok yang termarjinalkan dan terpinggirkan oleh figur kekuasaan yang waktu itu mungkin belum merasa dalam lingkaran kekuasaan," tutup Arya.

kapitra
Kapitra saat memberikan keterangan pers di kantor TKN Menteng. (MP/Kanugrahan)

Sebelumnya, eks pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengklaim bahwa kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pipres karena didukung mayoritas umat Islam, termasuk alumni 212. Bahkan, Kapitra mengklaim ada 4 juta massa yang ikut Aksi 212 di Monas Desember 2016 silam memilih Jokowi.

"Sebanyak 4.000.716 orang, aksi 212 memilih Jokowi dan Ma'ruf Amin. Saya punya data itu. Mari kita mendoakan Pak Jokowi ini menjadi pemimpin yang amanah, membawa Indonesia menjadi negara yang diberkahi, negara yang memberikan kesejahteraan untuk semua masyarakat,” kata Kapitra di tempat yang sama.

BACA JUGA: BPN Prabowo Tolak Mentah-Mentah Seruan Rekonsiliasi

Kapitra menambahkan sebagai penggerak aksi menentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu tak akan memberikan cek kosong dalam mendukung pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin ke depan. "Kami akan kawal kebijakan-kebijakan (Jokowi-Ma’ruf Amin),” tutup Kapitra. (Knu)

#Presidium Alumni 212 #Joko Widodo #Pilpres 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Beredar informasi yang menyebut Jokowi divonis bersalah oleh Hakim MK Anwar Usman karena telah melakukan pemalsuan ijazah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Beredar unggahan yang menyebut pemerintah telah menetapkan Jokowi sebagai bencana nasional. Cek fakta dan keaslian informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Joko Widodo Ditugaskan BRIN Jadi Ketua Taskforce Penanggulangan Bencana, cek faktanya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Beredar video yang menampilkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo tengah mengunjungi lokasi bencana alam Sumatra. Cek fakta lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Beredar video yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo marah kepada Menkeu Purbaya karena menolak bayar utang Whoosh menggunakan APBN.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Indonesia
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Ariyadi menegaskan bahwa menyeret-nyeret PDIP dalam narasi yang tidak berdasar hanya menunjukkan upaya memutarbalikkan fakta
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 November 2025
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Kejaksaan Agung menyita uang Jokowi senilai triliunan. Cek faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Indonesia
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
David Febrian Sandi tegaskan dukungan pada Prabowo-Gibran adalah langkah sah melanjutkan visi Jokowi
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 November 2025
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Beredar informasi yang menyebut Jokowi dan Gibran akan berkontestasi di Pilpres 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Indonesia
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba
Jokowi menegaskan proyek transportasi massal seperti Whoosh dibangun untuk layanan publik dan manfaat sosial, bukan demi keuntungan finansial.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Oktober 2025
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba
Bagikan