MerahPutih.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merasa kasihan kepada KPU dan Bawaslu yang malam-malam harus datang ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, hanya menemukan kabar ada ribuan surat suara tercoblos yang berada di tujuh kontainer dari China ternyata hoaks.
"KPU-Bawaslu pada Rabu (2/1) malam harus terjun ke lapangan dan ini menguras tenaga dan pikiran," kata Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi di Jakarta, Kamis (3/1).
Menurut Achmad, informasi sesat ini telah membuat kepanikan baru bahkan berpotensi menyebabkan kegaduhan massal. Untuk itu, polisi harus segera bertindak untuk mengungkap apakah ada niatan untuk mengacaukan ataupun menggagalkan pemilu dibaliknya.
Achmad menambahkan pihak-pihak yang turut menyebarkan informasi bohong itu harus segera diperiksa karena yang mereka lakukan bentuk teror bagi pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April mendatang.
"Beredarnya kabar hoaks atau kabar bohong yang menyebutkan ada tujuh kontainer surat suara yang tercoblos patut diduga sebagai teror untuk pemilu," tandas politikus dari parpol pengusung Capres Petahana Presiden Jokowi itu.
Sejak kemarin sebagaimana dilansir Antara, beredar kabar ada tujuh kontainer dari China berisikan surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan 01 di Tanjung Priok. Rabu malam KPU dan Bawaslu langsung mengcek kebenaran ke pelabuhan Tanjung Priok dan memastikan ternyatak kabar bohong atau hoaks.
KPU juga meminta aparat kepolisian melalui divisi kejahatan siber untuk dapat melacak dan menangkap orang yang telah menyebar informasi bohong tersebut.
"Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Kami meminta kepolisian mencari siapa yang menyebar informasi itu. Siapapun itu," kata Ketua KPU Arief Budiman, semalam. (*)