Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

KSAD Pakistan Jenderal Asim Munir Jadi Kunci Nasib Perundingan Iran-AS Tahap 2

Wisnu Cipto - Kamis, 16 April 2026

MerahPutih.com - Hasil kunjungan delegasi Pakistan, selaku mediator, ke Ibu Kota Teheran akan menentukan nasib kelanjutan perundingan tahap dua antara Iran dan Amerika Serikat.

Perundingan pertama yang digelar di Islamabad, Ibu Kota Pakistan, ahad lalu, antara kedua negara terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, telah berakhir buntu.

Dikutip dari Kantor berita Tasnim, Kamis (16/4), Iran menegaskan akan menentukan sikap terkait kelanjutan perundingan dengan AS setelah menerima kunjungan tim mediator dari Pakistan.

Baca juga:

Perundingan Islamabad Gagal, Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Blokade Selat Hormuz

Iran Pertimbangkan Situasi Gencatan Senjata Lebanon

Sumber Kantor Berita Tasnim mengungkapkan Iran tetap terbuka sinyal untuk melanjutkan perundingan tahap dua, dengan sejumlah syarat. Iran juga mempertimbangkan situasi gencatan senjata di Lebanon menjadi poin penting.

“Gencatan senjata di Lebanon akan menjadi sinyal positif bagi Iran untuk mengadakan putaran perundingan baru, tetapi Washington harus mematuhi kerangka negosiasi yang wajar,” ungkap Pejabat Iran sumber Tasnim, dikutip Antara, Kamis (16/4).

Pada Rabu (15/4) kemarin, militer Pakistan mengonfirmasi delegasi mereka telah tiba di Teheran. Rombongan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pakistan, Jenderal Asim Munir.

Baca juga:

Tawaran Final AS Ditolak Iran, Perundingan di Islamabad Berakhir Buntu

Negosiasi Pertama Gagal, Trump Murka

Sebelumnya, Iran dan AS telah menggelar perundingan di Islamabad pada Sabtu (11/4), menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil konkret. Wakil Presiden AS, J.D. Vance, yang memimpin delegasi AS, menyatakan kedua pihak gagal mencapai kesepakatan.

Imbas kegagalan negosiasi itu, Presiden AS Donald Trump murka dan langsung mengeluarkan perintah untuk memblokade pelayaran kapal-kapal yang berasosiasi dengan Iran di Selat Hormuz, yang resmi berlaku sejak Senin malam pukul 21.00 WIB. (*)

Baca Artikel Asli