MerahPutih.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merencanakan untuk memperpanjang kereta rel listrik (KRL) Yogyakarta-Solo hingga ke Madiun, Jawa Timur. Perpanjangan jalur tersebut dilakukan seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk naik KRL Solo-Yogyakarta.
Direktur Prasarana Kereta Api Kementerian Perhubungan Heru Wisnu Prabowo mengatakan, seiring berjalannya waktu, animo masyarakat untuk naik KRL mulai naik. Atas dasar tersebut, pihaknya berencana perpanjangan operasional KRL sampai ke Madiun.
"Untuk saat ini, KRL baru melayani Solo-Yogyakarta PP setiap hari. Antusias masyarakat ternyata sangat tinggi untuk naik KRL terutama akhir pekan," kata Heru di Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, Rabu (7/4).
Baca Juga:
Melonjak di Akhir Pekan, KAI Tambah 4 Perjalanan KRL Yogyakarta-Solo
Dikatakannya, penambahan rute KRL sampai ke Madiun masih dalam tahap kajian. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Perhubungan yang ingin memperpanjang jalur KRL.
"Perpanjangan operasional KRL sampai ke Madiun bakal disiapkan kajiannya. Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) mengarahkan ke situ," tutur dia
Ia memperkirakan, perpanjangan operasional KRL sampai ke Madiun baru terealisasi tahun depan. Kemenhub akan mengajukan anggaran untuk membangun infruktur KRL di wilayah Madiun.
"Perpanjangan operasional KRL sampai ke Madiun sulit terealisasi tahun ini. Kami bakal memasukkan anggaran untuk rencana perpanjangan operasional pada tahun depan," ucap dia.
Ia mengungkapkan, KRL Yogyakarta-Solo mendapatkan respons yang cukup positif. Data terbaru, ada 321.563 penumpang KRL Yogyakarta - Solo.
"Jumlah tersebut merupakan akumulatif sejak beroperasi pada 10 Februari hingga 4 April 2021," katanya.
Dari jumlah tersebut, lanjut dia, penumpang paling banyak naik dan turun adalah di stasiun ujung yakni Solo Balapan dan Yogyakarta. Adapun rinciannya, jumlah penumpang yang naik dari Stasiun Solo Balapan sejak beroperasi hingga 4 April adalah 92.886 penumpang. Sedangkan dari Stasiun Purwosari totalnya sekitar 33.351 penumpang.
"Penumpang yang naik dari Stasiun Gawok total mencapai 5.972 penumpang. Lalu untuk Stasiun Delanggu totalnya mencapai 10.157 penumpang," katanya.
Baca Juga:
Penumpang KRL Diwajibkan Pakai KMT, KCI Dinilai Raup Untung dari Jualan Kartu
Selanjutnya dari Stasiun Ceper ada sekitar 6.297 penumpang. Kemudian dari Stasiun Klaten ada sekitar 16.206 penumpang. Kemudian di Stasiun Srowot dan Brambanan masing masing 2.799 dan 3.423 penumpang. Lalu ada Stasiun Maguwo yang totalnya mencapai 17.165 penumpang.
"Kalau di Stasiun Lempuyangan totalnya mencapai 39.716 penumpang. Dan terakhir adalah Stasiun Tugu Yogyakarta yang totalnya mencapai 93.601 penumpang," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga: