Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

KPK Periksa Tersangka Penyuap Eks Bos Garuda Indonesia

Wisnu Cipto - Kamis, 12 April 2018

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap pendiri PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Soetikno yang kini menyandang status tersangka dalam kasus ini akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar.‎ "Dia periksa untuk tersangka ESA (Emisryah Satar)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (12/4).

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah memberikan keterangan. (Antara Foto/Aprillio Akbar)

Selain Soetikno, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap ‎anggota Tim Pengadaan ATR 72-600 Citilink Vera Yunita. Dia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk Emirsyah Satar.

Dalam kasus korupsi di PT Garuda Indonesia ini, Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo.

Warga berjalan di depan rumah Emirsyah Satar yang disita KPK di kawasan Pondok Indah, Jalan Pinang Merah,Jakarta, Jumat (30/3). KPK menyita rumah senilai Rp8,5 miliar milik mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar terkait kasus suap pengadaan mesin dan pesawat Garuda Indonesia. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww/18.
Warga berjalan di depan rumah Emirsyah Satar yang disita KPK di kawasan Pondok Indah, Jalan Pinang Merah,Jakarta, Jumat (30/3). (ANTARA FOTO/ Reno Esnir)

Suap tersebut diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Dari hasil penyidikan, suap yang diterima Emirsyah mencapai € 1,2 juta dan US$ 180 ribu atau setara Rp 20 miliar. Suap berupa barang yang diterima Emirsyah yakni berjumlah US$ 2 juta yang tersebar di Indonesia dan Singapura. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017, penyidik KPK sampai saat ini belum juga menahan Emirsyah dan Soetikno. (Pon)

Baca Artikel Asli