Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

KPK Gencarkan Gerakan 'Saya Perempuan Anti-Korupsi'

Noer Ardiansjah - Selasa, 22 Agustus 2017

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak kaum perempuan untuk mencegah korupsi melalui gerakan "Saya Perempuan Anti-Korupsi" (SPAK).

"Melalui program ini kami berupaya menjalankan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi," kata Wakil Ketua KPK Irjen Pol (Purn) Basaria Panjaitan di sela pelatihan fasilitator gerakan SPAK di Surakarta, Solo, Selasa (22/8).

Pihaknya berharap, melalui program itu para polisi wanita dan ibu-ibu PKK yang terlibat pada pelatihan dapat mengerti, memahami, dan melaksanakan gerakan tersebut.

"Hasil kajian yang dilakukan oleh KPK menyatakan bahwa 80-85 persen pendidikan yang diperoleh anak berasal dari ibu. Oleh karena itu, gerakan ini penting dilakukan," kata dia.

Menurutnya, jumlah penduduk Indonesia per tahun 2015 yang mencapai 256 juta jiwa, 127 juta di antaranya adalah perempuan. Jika program tersebut berhasil dilaksanakan, maka sekitar 98 persen tindak pidana korupsi di Indonesia akan hilang.

"Karena itu, kami menganggap program ini jadi perhatian khusus melebihi program lain. Pada prinsipnya, ketika perempuan bergerak bersama dengan pola pikir yang sama akan jadi gerakan yang luar biasa," katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan kajian dari Universitas Gajah Mada (UGM), jika sejak 12 tahun lalu tidak ada korupsi di Indonesia, maka dana yang ada dapat digunakan untuk membiayai pendidikan seluruh pelajar mulai dari jenjang terendah hingga perguruan tinggi.

"Selain pendidikan gratis, dana tersebut juga dapat digunakan untuk membiayai sektor kesehatan. Jadi, tidak perlu ada BPJS Kesehatan. Ini penting diingatkan agar kesadaran muncul pada setiap orang, dengan begitu mereka tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga orang lain," katanya. (*)

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli