Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

Konflik Timur Tengah, Indonesia Disarankan Tempuh Politik Proaktif

Noer Ardiansjah - Selasa, 05 Januari 2016

MerahPutih Peristiwa - Pemerintah Indonesia diminta tetap waspada terhadap konflik yang terjadi di Timur Tengah. Untuk itu, pemerintah wajib melakukan langkah-langkah preventif dalam mengadapi isu politik yang mengatasnamakan syiah dan sunni. Ia juga meminta agar Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu memfasilitasi perdamaian di Timur Tengah.

Timur Tengah saat ini menjadi sorotan dunia pasca pemerintah Arab Saudi mengeksekusi ulama syiah Sheikh Nimr karena mengkritik pemerintahan.

"Kita justru harus menjadi kelompok mederat yang menengahi, memfasilitasi perdamaian di Timur Tengah. Kelompok-kelompok yang ingin menarik peran syiah-sunni di Timur Tengah itu perlu disadarkan bahwa persoalan itu masuk pada hal yang bersifat politis. Sikap lokal itu penting," ucap Maman Imanulhaq, anggota DPR Komisi VIII Fraksi PKB saat berbincang dengan merahputih.com, Selasa (5/1).

Sebagai negara plural, kata Maman, Indonesia mesti bersikap objektif dalam perbedaan-perbedaan dalam beragama. Hal itu tercermin dalam NU dan Muhammadiyah.

"Kita sebagai negara yang memiliki nilai-nilai perbedaan sebenarnya tidak pelu ada isu syiah-sunni dan sebagainya. Itu saya yakin peran dan fungsi Muhammadiyah dan NU dan ormas pemerintahan," ucap kade Nahdlatul Ulama ini.

Meski begitu, ia juga meminta agar NU dan Muhammadiyah melakukan politik proaktif dalam dalam mencari solusi atas konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah. Ia berharap kedua lembaga tersebut memberi penyadaran bahwa mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim moderat, jadi menurutnya tidak ada kepentingan isu syiah dan sunni.

"Pertama saya ingin NU dan Muhammadiyah untuk bergerak cepat menyadarkan publik bahwa kita ini kelompok muslim moderat, kita tidak ada kepentingam isu syiah dan sunni. Kita adalah kelompok Islam yang selalu mendorong nilai-nilai perubahan yang juga perdamaian. Kedua, NU dan Muhamadiyah harus mendorong pemerintah Indonesia sesuai dengan amanat untuk melakukan politik proaktif mendorong seluruh pihak Timur Tengah melakukan perdamaian dan mencari solusi yang terbaik. Sudah cukup korban yang berjatuhan kelompok sipil yang tidak bersalah menjadi korban dari ambisi ini," tegasnya. (dit)


BACA JUGA:

  1. Konflik Timur Tengah Politis, Bukan Konflik Agama
  2. Maman Imanulhaq: Konflik Timur Tengah Untungkan Negara Barat
  3. Maman Imanulhaq: Arab Saudi Harus Menahan Diri
  4. Indonesia Bisa Semakmur Arab Saudi, Ini Syaratnya
  5. Pria Saudi Dikeroyok setelah Bunuh Unta
Baca Artikel Asli