Konflik Palestina Meluas, Israel Balas Gempur Lebanon Selatan

Selasa, 18 Mei 2021 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Konflik militer antara Israel dengan milisi pendukung Palestina melebar hingga ke Lebanon. Angkatan bersenjata Israel IDF melancarkan serangan artileri balasan ke Lebanon setelah Senin (17/5) kemarin, enam proyektil ditembakkan dari Lebanon ke arah Israel utara.

Proyektil-proyektil yang ditembakan gerilyawan Hizbullah Palestina itu gagal melintasi perbatasan Israel. IDF beralasan serangannya itu ditujukan ke lokasi-lokasi peluncuran proyektil di Lebanon, bukan sengaja menyerang negara tetangganya.

Baca Juga

DK PBB Akhirnya Mau Turun Tangan Konflik Israel Vs Palestina, Mulai Dibahas Minggu

Sumber di bidang keamanan Pemerintah Lebanon membenarkan peluru proyektil terdengar ditembakkan dari Lebanon selatan. Pemerintah Lebanon sendiri memastikan sedang dilakukan upaya untuk mengetahui lokasi penembakan dan siapa yang bertanggung jawab. Dikutip dari Antara, sumber yang sama mengatakan ada sekitar 22 peluru yang ditembakkan artileri Israel ke wilayah Lebanon.

Peta Palestina. (Foto: Antara)
Peta Palestina. (Foto: Antara)

Sementara itu, Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) juga menyatakan telah mendeteksi tembakan roket dari sekitar Rashaya Al Foukhar di Lebanon selatan.

"Kepala UNIFIL segera melakukan kontak dengan mitra-mitra mereka di militer Lebanon serta komando IDF untuk mendesak para pihak agar benar-benar menahan diri untuk mencegah peningkatan ketegangan. IDF sekarang telah menghentikan tembakan," tulis misi tersebut di Twitter, dikutip Selasa (18/5). "Situasi di wilayah itu sekarang tenang."

UNIFIL menambahkan sampai saat ini tidak ada laporan tentang korban atau kerusakan akibat serangan Israel ke Lebanon itu. Serangan artileri itu juga tampaknya tidak menandakan ada medan baru dalam pertempuran Israel dengan kelompok milisi di Jalur Gaza.

Serangan udara militer Israel menghancurkan Jala Tower yang merupakan gedung kantor berita Al Jazeera dan Associated Press (AP) di Jalur Gaza, Sabtu (15/5) waktu setempat.
Serangan udara militer Israel menghancurkan Jala Tower yang merupakan gedung kantor berita Al Jazeera dan Associated Press (AP) di Jalur Gaza, Sabtu (15/5) waktu setempat. Foto: TRT World

Serangan dari Lebanon menyebabkan sirene serangan udara Israel meraung-raung di dekat kibbutz (kompleks permukiman warga Israel) Misgav Am, di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon.

Insiden itu merupakan serangan lintas batas kedua yang terjadi dalam sepekan terakhir ini. Pada Kamis (13/5), tiga roket diluncurkan dari Lebanon menuju Israel utara namun mendarat di Laut Mediterania. Serangan itu tidak menyebabkan kerusakan atau korban jiwa.

Israel berperang pada 2006 melawan gerilyawan Hizbullah, yang memiliki pengaruh di Lebanon selatan serta akses untuk mendapatkan roket canggih. Sejak itu, perbatasan tersebut lebih tenang. Kelompok-kelompok kecil Palestina di Lebanon pada masa lalu kerap menembaki Israel secara sporadis. (*)

Baca Juga:

Rudal Israel Dibalas 1.750 Roket Hamas, Maskapai Dunia Kompak Tutup Penerbangan

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan