Kisruh Data Pangan, Pakar Pertanian Desak BPS Rekrut SDM Baru

Sabtu, 28 November 2015 - Noer Ardiansjah

MerahPutih Bisnis - Pakar ekonomi pertanian Bustanul Arifin mengatakan dalam kisruh data pangan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan bagian dari proses berpikir ilmiah. Untuk mendapat data pangan yang valid dan sempurna, masyarakat mesti terlibat aktif dalam memberikan informasi terkait data-data yang dibutuhkan BPS.

"Terus terang saya harus katakan ini adalah proses berpikir ilmiah. Data adalah suatu hasil yang dibutuhkan. Kalau cara mendiagnosa kemudian menganalisis dengan akurasi, dari sinilah kita bisa menyimpulkan. Dari situ peluang untuk terjadinya akurasi data bisa terjadi, dan masyarakat juga ikut terlibat," kata Bustanul Arifin dalam diskusi bertajuk "Mengapa Timpang Data Pertanian?"‎ di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/11).

Alumnnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menjelaskan bahwa untuk memecahkan suatu persoalan bangsa, salah satunya pertanian adalah akurasi data di lapangan. Hal ini menyangkut proses pembuatan kebijakan terkait sektor tersebut supaya berjalan dengan baik.

"Harus disadari data adalah satu faktor penting dalam satu konstruksi berpikir ilmiah," ujarnya lagi.

Sebagai lembaga yang dapat dipertanggungjawabkan, ia juga menyarakan agar BPS bisa melakukan perekrutan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai data yang akurat sesuai fakta di lapangan.

"Jadi kita minta kepada BPS selaku yang paling bertanggung jawab, kalau mereka membutuhkan tenaga kerja baru, sumber daya manusia silahkan rekrut. Karena memang untuk mengumpulkan data 26 juta petani ini memang besar. Selama ini mereka bermitra dengan pusat (lembaga) tertentu," tegas Buhsanul. (dit)


BACA JUGA:

  1. Kisruh Data Pangan, Kementan dan BPS Jangan Perkeruh Suasana
  2. BPS Yakin Inflasi 2015 Sesuai Target
  3. BPS Akui Data Produksi Beras Nasional Tak Valid
  4. Mulai Tahun Depan, BPS Ubah Perhitungan Produksi Pangan
  5. BPS: Neraca Perdagangan Oktober 2015 Surplus US$1,01 Miliar

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan