Kisruh Data Pangan, Pakar Pertanian Desak BPS Rekrut SDM Baru
Pemandangan perbukitan yang dijadikan lahan pertanian di kawasan dataran tinggi Dieng, Karang Tengah, Batur, Banjarnegara, Jateng, Senin (23/11). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
MerahPutih Bisnis - Pakar ekonomi pertanian Bustanul Arifin mengatakan dalam kisruh data pangan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan bagian dari proses berpikir ilmiah. Untuk mendapat data pangan yang valid dan sempurna, masyarakat mesti terlibat aktif dalam memberikan informasi terkait data-data yang dibutuhkan BPS.
"Terus terang saya harus katakan ini adalah proses berpikir ilmiah. Data adalah suatu hasil yang dibutuhkan. Kalau cara mendiagnosa kemudian menganalisis dengan akurasi, dari sinilah kita bisa menyimpulkan. Dari situ peluang untuk terjadinya akurasi data bisa terjadi, dan masyarakat juga ikut terlibat," kata Bustanul Arifin dalam diskusi bertajuk "Mengapa Timpang Data Pertanian?" di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/11).
Alumnnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menjelaskan bahwa untuk memecahkan suatu persoalan bangsa, salah satunya pertanian adalah akurasi data di lapangan. Hal ini menyangkut proses pembuatan kebijakan terkait sektor tersebut supaya berjalan dengan baik.
"Harus disadari data adalah satu faktor penting dalam satu konstruksi berpikir ilmiah," ujarnya lagi.
Sebagai lembaga yang dapat dipertanggungjawabkan, ia juga menyarakan agar BPS bisa melakukan perekrutan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai data yang akurat sesuai fakta di lapangan.
"Jadi kita minta kepada BPS selaku yang paling bertanggung jawab, kalau mereka membutuhkan tenaga kerja baru, sumber daya manusia silahkan rekrut. Karena memang untuk mengumpulkan data 26 juta petani ini memang besar. Selama ini mereka bermitra dengan pusat (lembaga) tertentu," tegas Buhsanul. (dit)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Mentan Amran Targetkan Rehabilitasi Lebih dari 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Aceh hingga Sumbar
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Pemulihan Pertanian Sumatera Rp 5,1 Triliun
Beras Wajib Satu Harga di Seluruh Indonesia, Bulog Dapat Margin 7 Persen
Presiden Prabowo Ungkap Keprihatianan, Sebut Banyak Kekayaan Negara yang Bocor karena tak Pandai Mengelola
Update Harga Pangan Nasional 2 Januari: Cabai Rawit Merah Makin 'Pedas', Telur Ayam Ras Ikut Naik
Update Harga Komoditas Pangan Jumat (26/12): Cabai Rawit Merah Makin 'Pedas' di Kantong!
Wagub Rano Karno Jamin Ketersediaan Pangan Jakarta Aman, Subsidi Ayam Segera Meluncur
Harga Pangan 12 Desember: Cabai Rawit Tembus Rp 80 Ribu Per Kg, Telur dan Bawang Ikut Meroket
Harga Pangan Strategis Terbaru 11 Desember: Cabai Rawit, Bawang Merah Hingga Beras Meroket