Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kenaikan Mobilitas di Tempat Perbelanjaan Terjadi Hampir Seluruh Provinsi

Zulfikar Sy - Senin, 03 Mei 2021

MerahPutih.com - Sebanyak 29 provinsi telah terjadi kenaikan mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan.

Kenaikan ini terpantau terjadi selama 20 - 27 April 2021.

"Jadi dalam rentang waktu 20 hingga 27 April semua orang sudah ke luar rumah dan banyak yang ke pusat perbelanjaan," ucapnya Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah kepada wartawan, Senin (3/5).

Baca Juga:

Pengunjung Pasar Tanah Abang Membludak, Pemprov DKI Terjunkan Satgas COVID-19

Dewi menekankan, jumlah tersebut melebihi 80 persen provinsi yang ada di Indonesia.

Kemudian, persentase kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan secara total tercatat sebesar 14,82 persen.

"Dengan rentang kenaikan paling kecil adalah 2 persen, tetapi ada pula kenaikan paling tinggi 50,57 persen," ucap Dewi.

Merujuk kepada data-data di atas, Satgas COVID-19 memperkirakan dalam 10 hari ke depan mobilitas ke pusat perbelanjaan akan semakin meningkat.

Sehingga, kata Dewi, penegakan disiplin di lapangan akan sangat diperlukan.

"Kalau kita lihat dari hasil monitoring di lapangan ketika pasar memang beroperasi, kepatuhan 3M, terutama memakai masker harus ditingkatkan kembali," tutur Dewi.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, ANTARA/Andi Firdaus
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, ANTARA/Andi Firdaus

Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito misalnya menyayangkan kerumunan yang terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, belakangan ini. Seakan-akan pandemi corona telah berlalu.

Wiku sangat khawatir terjadi lonjakan kasus karena ini. Klaster baru pun mungkin timbul.

"Kami mohon ketegasan dari Satgas Daerah (Pemprov DKI Jakarta) serta satgas di wilayah pengelola pasar untuk merancang sistem yang efektif untuk menghindari kerumunan di Tanah Abang," kata Wiku.

Selain itu, fasilitas untuk bisa mencegah kerumunan juga harus ditambah. Mungkin bisa juga diatur rotasi masuk pengunjung.

"Kami harap menyediakan fasilitas pendukung. Sedangkan masyarakat dapat pula memanfaatkan opsi berbelanja online," tutur dia.

Baca Juga:

Redam Tsunami COVID-19, Bantuan Alat Medis Terus Mengalir ke India

Wiku memahami bahwa tradisi membeli pakaian Lebaran yang sudah lama ada di Indonesia. Namun ia mengingatkan, pandemi belum berakhir.

"Saya harap datangnya Hari Raya Idulfitri pun menuai kemenangan kita mengendalikan COVID-19 bukan sebaliknya," tutup dia. (Knu)

Baca Juga:

Saham Crocs Melonjak Sejak Pandemi COVID-19

Baca Artikel Asli