Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kemandirian Ekonomi Jadi Solusi Hadapi Gejolak Geopolitik

Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 23 April 2024

MerahPutih.com - Pemerintah diminta untuk mewujudkan kemandirian ekonomi. Menurut Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan, kemandirian ekonomi bisa menjadi solusi untuk menghadapi gejolak geopolitik.

“Hilirisasi dan industrialisasi adalah kebijakan yang sudah sangat tepat dan harus dilanjutkan. Peningkatan nilai tambah komoditas akan menambal cadangan devisa, dan ujungnya memperkuat fundamental ekonomi,” kata Syarief Hasan kepada wartawan, Selasa (23/4).

Politikus senior Partai Demokrat ini menjelaskan, kemandirian ekonomi berarti mengedepankan kemampuan sendiri untuk pemenuhan kebutuhan sendiri.

Dalam konteks bernegara, kata dia, sumber-sumber daya negara yang tersedia harus dioptimalisasi oleh dan untuk rakyat Indonesia.

Baca juga:

DANA Dorong Berdaya Disabilitas untuk Kemandirian Ekonomi

“Jika ini berkelanjutan, maka gejolak perkonomian global tidak akan begitu berdampak pada stabilitas ekonomi nasional. Saya kira sangat penting untuk pemerintahan mendatang,” ungkapnya.

Syarief Hasan berharap, pemerintah dapat memitigasi pelemahan rupiah yang masih bertengger diatas Rp 16 ribu per dolar AS

Ia mengakui, kondisi tersebut akan berdampak pada keberlanjutan fiskal dan mengerek inflasi. Apalagi jika eskalasi konflik di Timur Tengah semakin bergejolak.

Baca juga:

Jokowi Minta TNI Amankan Kemandirian Pangan dan Pengendalian Inflasi

Syarief Hasan melanjutkan ketergantungan Indonesia pada minyak jelas akan berdampak pada stabilitas ekonomi nasional. Pelemahan rupiah akan membuat harga beli minyak kian tinggi, dan industri serta rumah tangga akan menanggung kenaikan harga.

"Pada ujungnya harga naik, rakyat kian tertekan. Ini adalah konsekuensi nyata dari kenaikan harga komoditas dan pelemahan rupiah sekaligus,” ujarnya.

Menurutnya, situasi menjadi kian dilematis dengan posisi utang luar negeri yang cukup besar, yakni menembus angka USD 407,3 M per Februari 2024.

“Pelemahan rupiah jelas menimbulkan kekhawatiran yang beralasan,” pungkasnya. (Pon)

Baca juga:

Pengamat Nilai Gibran Belum Punya Kemandirian Politik untuk Pimpin Golkar

Baca Artikel Asli