MerahPutih.com - Kelompok kriminal daring asal China yang dikenal sebagai keluarga Ming dan Bai, menyampaikan permintaan maaf sebelum dieksekusi mati atas keterlibatan mereka dalam sindikat penipuan daring, perjudian ilegal, pemerasan, hingga pembunuhan di Myanmar.
Sebanyak 11 terdakwa dari keluarga Ming dan 4 terdakwa dari keluarga Bai dijatuhi hukuman mati sejak September dan November 2025. Eksekusi mati mereka dilakukan akhir Januari 2026 lalu.
Baca juga:
Isi Permintaan Maaf Geng Judol China
Dalam video yang dirilis media pemerintah China, cucu pemimpin kelompok Ming, Ming Zhenzhen, mengaku menyesal atas keterlibatannya.
“Sekarang saya sangat sadar akan kesalahan saya dan menyesal atas kebodohan dan ketidaktahuan saya di masa lalu. Saya meminta maaf dan saya siap bertanggung jawab,” ujarnya, dalam video, dilansir dari Antara, Kamis (12/2).
Anggota keluarga lainnya, Bai Yincang, juga menyampaikan permintaan maaf di pengadilan rakyat menengah Shenzhen. “Tindakan kami telah menyebabkan kerugian bagi puluhan ribu orang China. Saya sangat menyesal,” tuturnya
Baca juga:
Ratusan WNI Tejebak di Myanmar, 54 Orang Segera Dibawa Pulang
Daftar Kejahatan Sindikat Keluarga Ming & Bai
Keluarga Ming dan Bai diketahui mendirikan kompleks penipuan daring di Kokang, Myanmar, yang melibatkan operasi kasino, perjudian online, pemerasan, penahanan ilegal, hingga pembunuhan.
- Sindikat Ming terlibat pembunuhan 14 warga China.
- Sindikat Bai terlibat pembunuhan 6 warga China.
- Perputaran uang ilegal keluarga Ming mencapai 10 miliar RMB (Rp24,29 triliun).
- Keluarga Bai mengelola dana ilegal hingga 29 miliar RMB (Rp70,62 triliun), termasuk produksi 11 ton methamphetamine.
(*)