MerahPutih.Com - Buronan teroris Andi Baso sampai saat ini kemungkinan masih berada di wilayah Filipina Selatan. Teroris yang merekrut sejumlah WNI untuk menjadi 'pengantin' bom bunuh diri itu tengah dilacak Densus 88.
Berdasarkan keterangan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo, kepolisian khususnya Densus 88 sudah berkoordinasi dengan kepolisian Filipina untuk mengejar Andi Baso.
Baca Juga: Mabes Polri Jalin Kerjasama Dengan Sejumlah Negara Selidiki Aliran Dana Teroris ISIS
"Densus 88 dan polisi di sana telah berkoordinasi melakukan pengejaran terhadap Andi Baso yang diyakini berada di Filipina Selatan," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/7).
Sebagaimana diketahui, Andi Baso telah ditetapkan sebagai buronan karena melakukan aksi teror pengeboman Gereja Oikumene, Samarinda pada tahun 2016.
Andi kemudian melarikan diri ke Filipina.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, keberangkatan mendiang pasutri Rullie Rian Zeke dan istrinya, Ulfah Handayani Saleh ke Filipina Selatan diatur oleh Andi Baso.
"Mereka masuk (Filipina Selatan) bulan Desember 2018, dibawa oleh Andi Baso," katanya.
Rullie dan istrinya serta Andi Baso merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Makassar.
Baca Juga: Polisi Lakukan Tes DNA Atas Potongan Tubuh Pasutri Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina
Pasutri tersebut diketahui juga menjadi deportan Turki pada Januari 2017.
"Mendiang Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh pada Desember 2018 berangkat melalui jalur gelap ke sana (Filipina)," kata Dedi Prasetyo sebagaimana dilansir Antara.
Kemudian pada Januari 2019, pasutri tersebut diduga menjadi pelaku peledakan bom bunuh diri di sebuah gereja di Pulau Jolo, Sulu, Filipina, yang mengakibatkan 22 orang tewas dan seratusan orang terluka.(*)
Baca Juga: Jaringan Teroris di Indonesia Terima Dana dari Venezuela dan Jerman