Headline

Mabes Polri Jalin Kerjasama Dengan Sejumlah Negara Selidiki Aliran Dana Teroris ISIS

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 24 Juli 2019
Mabes Polri Jalin Kerjasama Dengan Sejumlah Negara Selidiki Aliran Dana Teroris ISIS

Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan kelompok teroris Jamaah Islamiyah punya strategi baru dalam merekrut anggota (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut Detasemen Khusus 88 akan bertemu dengan para perwakilan kedutaan besar sejumlah negara guna menguak jaringan terorisme Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terhubung dengan ISIS. Pertemuan ini guna mendalami soal aliran dana ke jaringan terotis tersebut.

Pasalnya, JAD di Indonesia dapat uang operasional dari buron bernama Saefulah. Dimana Saefulah dapat aliran dana dari lima negara berbeda.

Baca Juga: Terduga Teroris Padang Berencana Ledakan Bom Bunuh Diri Pada Aksi 22 Mei Lalu

"Densus 88 sudah menyampaikan para perwakilan Kedubes yang ada di Indonesia, ada Liaison Officer yang diundang untuk mengomunikasikan terkait jaringan terorisme," kata Dedi di kantor Divisi Humas Polri, Rabu (24/7).

Pertemuan rencananya dilakukan pekan ini. Selain itu, Polri juga akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), akan diusut aliran dana itu.

"Termasuk aliran dana ini dengan PPATK," ujarnya.

Brigjen Dedi Prasetyo
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) bersama Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto. Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir

Untuk diketahui lima negara yang dimaksud yaitu, Trinidad Tobago, Maldives, Venezuela, Jerman, dan Malaysia. Saefulah menerima aliran dana aksi teror sejak Maret 2016 sampai September 2017.

Nama pengirim di tiap negara berbeda-beda. Dikirim lewat Western Union, total dana yang diterima Mencapai Rp413.169.857.

Dedi menyebut Saefulah merekrut terduga teroris di Padang, Sumatera Barat, Novendri alias Abu Zahran alias Abu Jundi sebagai kaki tangannya untuk melakukan penyaluran dana tersebut.

"Saudara Saefulah ini menerima beberapa aliran dana, ini aliran dana dari negara Trinidad Tobago ada tujuh kali, dari Maldives ada satu kali, Venezuela satu kali, Jerman dua kali dan Malaysia sekali," kata dia.

Saefulah menerima aliran dana aksi teror sejak Maret 2016 sampai September 2017. Lewat Western Union, total dana yang diterima capai Rp.413.169.857.

Pengirim dari Trinidad Tobagi bernama Yahya Abdul Karim, Fawaaz Ali, Keberina Deonarine, Ricky Mohammed, Ian Marvin Bailey, dan Furkan Cinar. Sedang dari Maldives bernama Ahmed Afrah dan Muslih Ali.

Kemudian pengirim dari Venezuela adalah Pedro Manuel Moralez Mendoza. Kemudian, pengirim dari Jerman yaitu Mehboob Suliman dan Simouh Ilyaas.

Lalu, pengirim dari Malaysia bernama Jonius Ondie Jahali. Saefulah pun pernah mengatur perjalan untuk kelompok Muhammad Aulia yang mana kelompok tersebut dideportasi di Bangkok pada 13 Juni 2019 lalu kemudian diciduk Detasemen Khusus 88 Antiteror di Bandara Kuala Namu.

Dari kelompok tersebut, lantas polisi memburu Abu Saidah yang merupakan orang suruhan Saefullah untuk bertemu dengan Novendri di Mal Botani Bogor pada September 2018 guna memberikan uang sebesar Rp.18 juta. Novendri menerima uang Rp16 juta yang diserahkan ke pimpinan JAD Bekasi guna merakit bom.

Namun, kelompok JAD Bekasi telah diringkus oleh tim densus 88. Lebih lanjut dia mengatakan Saefulah pun memerintahkan Novendri memberi dana ke Mujahidin Indonesia Timur (MIT) untuk keberlangsungan kelompok itu.

Baca Juga: Jaringan Teroris di Indonesia Terima Dana dari Venezuela dan Jerman

Saefulah juga berencana mengirim dana ke anggota JAD Kalimantan Timur bernama Yoga guna membeli senjata dari Filipina untuk diselundupkan ke Indonesia. Yoga sendiri telah ditangkap pada Juni 2019 lalu.

Yoga merupakan perantara JAD Indonesia dan jaringan teroris Filipina di Malaysia. Terakhir Dedi menyebut tim Densus 88 kembali melakukan pemetaan guna mengidentifikasi kembali napi teroris yang sudah keluar dari tahanan, deportan dari Suriah yang masih ke Indonesia, serta mengejar para buron.

"Jaring komunikasi polisi Indonesia kita aktivkan dengan kepolisian Filipina, Malaysia, Afghanistan. Ini untuk mencegah aksi terorisme terstruktur oleh JAD," katanya menyudahi.

Saefulah sendiri diketahui merupakan penjaga perpustakaan di Ponpes Ibnu Mas'ud. Kini diyakini yang bersangkutan ada di Khurasan, Afghanistan dan tengah dalam pengejaran oleh tim Densus 88.(Knu)

Baca Juga: Teroris yang Ditangkap di Padang Menyasar Acara HUT RI dan Polda Sumbar

#Densus 88 #Jaringan Teroris #ISIS #Jama’ah Ansharut Daulah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Buru Gerombolan Pelaku Pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah Sukoharjo
Densus 88 dan Jatanras turun tangan mengusut kasus pembakaran warung mi babi di Sukoharjo. Simak kesaksian mencekam korban di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Densus 88 Buru Gerombolan Pelaku Pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah Sukoharjo
Indonesia
Eks JI 28 Provinsi Gabung NKRI, tak Ada Ruang Kebangkitan Kelompok Ekstremis
Densus 88 Antiteror Polri mencatat seluruh struktur keanggotaan JI di 28 provinsi di Indonesia telah melaksanakan deklarasi pembubaran diri secara total.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Eks JI 28 Provinsi Gabung NKRI, tak Ada Ruang Kebangkitan Kelompok Ekstremis
Indonesia
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Densus 88 menyatakan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme. Penanganan kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Indonesia
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Ledakan diduga bom rakitan terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Densus 88 menyebut pelaku merupakan siswa berinisial R (17).
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Indonesia
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Hoaks, Pelaku Terancam Pidana Terorisme
Penyidik kini menelusuri nomor telepon yang digunakan untuk mengirim pesan WhatsApp serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar sekolah.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Hoaks, Pelaku Terancam Pidana Terorisme
Indonesia
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Warga agar tidak turut menyebarkan informasi yang belum dapat diverifikasi kebenarannya guna mencegah timbulnya keresahan di ruang publik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Indonesia
Densus 88 Lacak Nomor Pengirim Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan terpaksa harus dihentikan, karena adanya ancaman bom.
Frengky Aruan - Senin, 13 Juli 2026
Densus 88 Lacak Nomor Pengirim Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Bagikan