Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kebijakan Ekonomi AS Berubah di Bawah Trump, Indonesia Yakin Tetap Surplus

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Januari 2025

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai dilantik langsung mengumumkan berencana untuk mengenakan tarif 25 persen pada berbagai produk terutama dari Kanada dan Meksiko pada Februari mendatang.

Pemerintah Indonesia tengah mengkaji strategi agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah perubahan kebijakan AS. Letidakpastian kebijakan tarif di era Trump kedua ini dapat memengaruhi arus modal global, terutama yield investasi.

Pemerintah Indonesia yakin bahwa ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) akan tetap mencatatkan surplus saat Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS ke-47.

"Faktanya di termin pertama justru pada masa (kepemimpinan) Trump, perdagangan kita naik," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Jakarta, Selasa (21/1).

Baca juga:

Gestur Elon Musk di Hari Pelantikan Trump Jadi Perdebatan, Dianggap Salam NAZI

Nilai perdagangan Indonesia-AS pada Oktober 2024 mencapai 13,55 miliar dolar AS. Sementara, pada Agustus 2024, nilai perdagangan Indonesia-AS mencapai 34,5 miliar dolar AS.

Menurut dia, tetap menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan surplus perdagangan yang signifikan.

"Sehingga saya sih yakin, di era Trump ini pun kita masih akan bisa lebih tinggi lah," ujarnya.

Ia memberikan catatan untuk tetap hati-hati terhadap kebijakan tarif AS yang berpotensi dikenakan ke China.

Ia turut menyoroti potensi tantangan terkait kebijakan tarif dan subsidi kendaraan listrik (EV) yang direncanakan oleh Trump. Kebijakan tersebut bukan tak mungkin berdampak pada industri EV dan otomotif Indonesia.

"Kita hitung dulu deh semuanya, kita belum yakin betul arahnya Trump ke mana. Terutama masalah-masalah yang teknis ya, tariff policy dan sebagainya, kita pastikan dulu," jelasnya. (*)

Baca Artikel Asli