Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Karena Viral, Bawaslu Dalami Dugaan Fitnah di Film Dirty Vote

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Februari 2024

MerahPutih.com - Film dokumenter "Dirty Vote" disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono meluncur ke publik. Dalam siaran tertulisnya, Dandhy menyampaikan film itu bentuk edukasi untuk masyarakat yang pada 14 Februari 2024 akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024.

Film itu digarap dalam waktu sekitar 2 minggu, yang mencakup proses riset, produksi, penyuntingan, sampai rilis. Pembuatannya, dia menambahkan, melibatkan 20 lembaga. Hingga Senin pukul 23.15 WIB, film tersebut telah disaksikan sekitar 6,2 juta penonton.

Baca Juga:

Ma'ruf Amin Sebut Film Dirty Vote Harus Direspons dengan Baik

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Lolly Suhenty mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap film dokumenter "Dirty Vote" usai Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menyebut terdapat fitnah dalam film tersebut.

"Berkenaan soal dugaan fitnah dan lain sebagainya, nanti kami dalami lagi," kata Lolly di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Senin (12/2).

Lolly mengatakan, film dokumenter "Dirty Vote" termasuk suatu hal yang viral karena mampu mencapai jutaan penonton dalam kurun waktu yang singkat.

"Ternyata kan saya lihat tadi viewer (penonton) yang nonton film ini luar biasa tinggi, ya. Dalam satu hari, dia (film "Dirty Vote") sudah mampu mencapai 3,5 juta (penonton) tadi yang saya lihat, ya. Jadi ini sesuatu yang viral," ujarnya.

Ia mengatakan, suatu hal yang viral perlu mendapatkan respons oleh pihaknya sehingga akan mendiskusikan dugaan fitnah yang dikemukakan oleh TKN Prabowo-Gibran.

"Sesuatu yang viral itu perlu mendapat respons supaya tidak menimbulkan kegaduhan, dan membuat terang sebuah peristiwa. Jadi berdasarkan situasi ini nanti tentu kami akan melakukan pendalaman. Kami akan diskusikan di level pimpinan," katanya dikutip Antara.

TKN Prabowo-Gibran mencurigai film dokumenter “Dirty Vote” yang diluncurkan dalam platform YouTube, Minggu (11/2), bertujuan menurunkan muruah Pemilu 2024.

“Sebagian besar yang disampaikan film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumtif, dan sangat tidak ilmiah. Saya mempertanyakan kapasitas tokoh-tokoh yang ada di film tersebut dan saya kok merasa sepertinya ada tendensi, keinginan untuk mendegradasi pemilu ini dengan narasi yang sangat tidak berdasar,” kata Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran Habiburokhman saat membacakan sikap TKN atas tayangan dokumenter “Dirty Vote”.

Sementara respon sebaliknya diungkapkan dari Tim Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang menilai film itu bagian dari kebebasan berekspresi. (*)

Baca Juga:

Airlangga: Film Dokumenter Dirty Vote adalah Kampanye Hitam

Baca Artikel Asli