MerahPutih.com - DPR meminta Basarnas memprioritaskan pencarian kapal motor KM Kembang Kurma asal Sumenep, Jawa Timur, yang dilaporkan karam di perairan utara Pulau Lombok. Hingga kini, empat orang terdiri dari tiga Anak Buah Kapal (ABK) dan satu nahkoda masih dinyatakan hilang.
“Kami menyampaikan duka mendalam atas peristiwa karamnya kapal asal Sumenep ini yang mengakibatkan empat orang hingga kini belum ditemukan. Kami meminta Basarnas untuk menjadikan pencarian korban sebagai prioritas utama,” kata Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan di Jakarta, Sabtu (7/2).
“BMKG harus dilibatkan secara aktif dalam mendukung operasi pencarian, mulai dari pemetaan cuaca, arus laut, hingga potensi pergeseran lokasi korban. Bagaimanapun, setiap nyawa manusia harus terus diupayakan pencariannya,” imbuh anggota dewan yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan nasional itu.
Baca juga:
15 Korban Kapal Tenggelam Selamat, BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Perairan Malut
Risiko Transportasi Laut Tradisional
Politikus PKB itu juga menyoroti ketergantungan masyarakat kepulauan terhadap transportasi laut tradisional untuk distribusi logistik. Kondisi ini menyimpan risiko tinggi apabila tidak dibarengi standar keselamatan memadai.
“Kasus kapal pengangkut sembako yang tenggelam akibat cuaca buruk bukan kali pertama terjadi. Ini menjadi alarm serius bahwa upaya pencegahan harus diperkuat. Pemerintah perlu memastikan kelayakan kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta kepatuhan terhadap peringatan dini cuaca sebelum kapal berlayar,” paparnya
Irmawan mendorong pengawasan lebih ketat terhadap pelayaran logistik antarpulau, peningkatan literasi keselamatan bagi awak kapal, serta koordinasi solid antara operator kapal, BMKG, dan otoritas pelayaran. “Distribusi logistik memang penting, tetapi keselamatan awak kapal adalah hal yang tidak bisa ditawar,” tutupnya.
Baca juga:
Kronologis KM Kembang Kurma Karam
KM Kembang Kurma diketahui mengangkut muatan sembako milik warga Pagerungan Kecil, Kabupaten Sumenep. Kapal berangkat dari Pantai Bom, Banyuwangi, pada Selasa malam (3/2) sekitar pukul 22.30 WIB.
Dalam manifest kapal naas itu tercatat tengah membawa stok pasokan beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya menuju wilayah kepulauan. Laporan awal menyebutkan cuaca buruk diduga menjadi faktor utama kecelakaan laut tersebut. (Pon)