Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

KAI Susun Strategi Net Zero Emission, Targetkan Emisi Nol Bersih pada 2060

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026

MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyusun Strategi Net Zero Emission (NZE) sebagai langkah jangka panjang untuk menurunkan emisi karbon sekaligus mendukung target emisi nol bersih Indonesia pada 2060.

Strategi tersebut disusun dengan dukungan Pemerintah Inggris melalui program UK Partnering for Accelerated Climate Transition (UK PACT) yang diimplementasikan oleh Palladium bersama Kynergy Consulting.

Penyusunan strategi ini juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang mitigasi perubahan iklim di sektor transportasi.

Melalui Strategi Net Zero Emission, KAI menetapkan empat arah utama dalam upaya dekarbonisasi perusahaan, yakni elektrifikasi jalur rel, peningkatan efisiensi operasional, pemanfaatan energi yang lebih bersih, serta penyerapan karbon melalui program penghijauan.

Langkah tersebut didasarkan pada posisi kereta api sebagai salah satu moda transportasi dengan tingkat emisi yang relatif rendah dibandingkan moda transportasi lainnya.

Berdasarkan kajian yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, kereta api hanya menyumbang sekitar 1 persen dari total emisi gas rumah kaca sektor transportasi nasional. Sementara itu, kendaraan darat berkontribusi sekitar 89 persen terhadap total emisi sektor tersebut.

Baca juga:

KAI Angkut 21,56 Juta Ton Batu Bara hingga Mei 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional

KAI Perluas Elektrifikasi Jalur Rel

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Kamis (11/6), transportasi berbasis rel memiliki peran strategis dalam mendukung agenda transisi energi nasional karena mampu melayani mobilitas masyarakat dalam jumlah besar dengan tingkat emisi yang lebih rendah.

“Kereta api memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi dan emisi. Melalui Strategi Net Zero Emission, KAI menyiapkan langkah jangka panjang agar pengembangan layanan perkeretaapian selaras dengan target transisi energi nasional serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang,” Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.

Salah satu langkah utama yang dijalankan KAI adalah memperluas penggunaan tenaga listrik pada layanan perkeretaapian.

Saat ini, panjang jalur rel yang telah terelektrifikasi mencapai 1.038,7 kilometer. Infrastruktur tersebut melayani berbagai moda transportasi berbasis rel seperti KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, dan Whoosh.

Dorong Efisiensi Energi dan Bangunan Hijau

Selain elektrifikasi, KAI juga menjalankan berbagai program efisiensi energi di lingkungan operasional perusahaan.

Perusahaan menerapkan sertifikasi Green Building EDGE pada stasiun, depo, serta gedung perkantoran guna menekan konsumsi energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pengurangan emisi jangka panjang yang tengah dijalankan perusahaan.

Pada sektor energi, KAI terus meningkatkan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Penggunaan biodiesel berkembang dari B0 pada 2017 menjadi B40 pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi B50 pada 2026.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya dengan kapasitas total mencapai 3.435,5 kWp yang tersebar di 66 lokasi operasional.

Tanam Lebih dari 107 Ribu Pohon

Strategi dekarbonisasi KAI juga mencakup program penyerapan karbon melalui penghijauan.

Sepanjang periode 2021 hingga 2025, perusahaan telah menanam sebanyak 107.757 pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon.

Program tersebut menjadi pelengkap langkah pengurangan emisi yang dilakukan melalui elektrifikasi dan efisiensi energi.

Baca juga:

Pelanggan Kereta Panoramic Melonjak 62 Persen, Wisata Berbasis Pengalaman Kian Diminati

Target Turunkan Emisi hingga 78 Persen pada 2050

Melalui strategi yang telah disusun, KAI menargetkan penurunan emisi sebesar 25,76 persen atau setara 166.873 ton CO2e pada 2030 dari baseline emisi sebesar 647.785 ton CO2e.

Target tersebut meningkat menjadi 33,55 persen pada 2035 dan mencapai 78,17 persen pada 2050.

Sementara pada 2060, KAI menargetkan tercapainya Net Zero Emission dengan total penurunan emisi mencapai 1.093.311 ton CO2e.

Kereta Api Dinilai Krusial dalam Dekarbonisasi Transportasi

Pada kesempatan yang sama, Project Director Kynergy Consulting, Rekyan Eckersley, menilai penguatan layanan kereta api merupakan bagian penting dalam peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi nasional.

Menurutnya, kereta api merupakan moda transportasi dengan tingkat emisi yang relatif rendah sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung target penurunan emisi nasional.

“Memperkuat kapasitas dan daya tarik layanannya menjadi bagian krusial dari peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi nasional Indonesia dalam jangka panjang dan kami bangga mendampingi KAI memperkuat langkah strategis tersebut,” kata Rekyan. (Knu)

Baca Artikel Asli