Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

KAI dan INKA Mulai Integrasi Strategis, Kebutuhan KRL hingga 2040 Diproyeksikan Capai 156 Rangkaian

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
KAI dan INKA Mulai Integrasi Strategis, Kebutuhan KRL hingga 2040 Diproyeksikan Capai 156 Rangkaian

Ilustrasi kereta api.(foto: Merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Industri Kereta Api (INKA) memulai proses integrasi strategis melalui kegiatan Kick-Off di Ballroom Jakarta Railway Center, Jakarta, Selasa (21/7).

Integrasi tersebut diarahkan untuk menyelaraskan proyeksi kebutuhan layanan kereta api dengan kemampuan industri manufaktur nasional.

Senior Vice President Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic Danantara Asset Management Desty Arlaini mengatakan, proses integrasi perlu diawali dengan kesamaan visi dari seluruh jajaran pimpinan dan insan kedua perusahaan.

"Seluruh pimpinan perlu memiliki visi yang sama, membangun nilai bersama, dan menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai orientasi utama. KAI dan INKA harus menjadi satu tim yang saling menghormati kompetensi masing-masing," ujar Desty, Selasa (21/7).

Menurut Desty, kepemimpinan, kepercayaan, dan budaya kerja menjadi faktor penting dalam proses integrasi.

Setiap keputusan diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat pengguna kereta api, perusahaan, pemegang saham, dan negara.

Kebutuhan KRL hingga 2040 Capai 156 Rangkaian

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, integrasi KAI dan INKA membuka peluang besar bagi pengembangan industri manufaktur kereta api Indonesia.

Kebutuhan sarana dalam jangka panjang membutuhkan perencanaan yang semakin terhubung antara KAI sebagai operator dan INKA sebagai produsen.

Integrasi KAI dan INKA merupakan langkah besar untuk membangun ekosistem industri kereta api nasional yang semakin kuat. Proyeksi kebutuhan sarana perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan desain, kapasitas produksi, pengujian, dan penyerahan produk yang lebih selaras,

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin.

Salah satu potensi terbesar berasal dari kebutuhan Kereta Rel Listrik atau KRL.

Berdasarkan perhitungan awal KAI, kebutuhan KRL hingga 2040 diproyeksikan mencapai sekitar 156 rangkaian.

Proyeksi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan bagi industri manufaktur nasional.

Pemenuhannya membutuhkan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, penguatan penguasaan teknologi, kepastian kualitas, serta keselarasan antara kebutuhan operator dan kemampuan produsen.

"Kebutuhan sekitar 156 rangkaian KRL hingga 2040 memberikan gambaran besarnya peluang pengembangan industri ini. Angka tersebut belum mencakup kebutuhan Kereta Rel Diesel, sarana kereta api jarak jauh, lokomotif, serta sarana untuk layanan barang," kata Bobby.

Baca juga:

PT KAI Bukukan Keuntungan Rp 2,28 Triliun, Kas Dari Pelanggan Rp 28,59 Triliun

Integrasi Operator dan Produsen Diperkuat

Menurut Bobby, peluang tersebut menjadi salah satu alasan KAI mendukung proses integrasi dengan INKA.

Hubungan yang semakin terkoordinasi antara operator dan produsen diharapkan dapat memperkuat kepastian kebutuhan, kesiapan produksi, serta pengembangan sarana yang sesuai dengan karakter layanan di Indonesia.

Sejumlah negara dengan industri kereta api maju juga membangun keterhubungan yang kuat antara operator dan perusahaan manufaktur.

Model tersebut membantu menyelaraskan proyeksi kebutuhan sarana, pengembangan teknologi, standardisasi produk, dan kapasitas produksi dalam jangka panjang.

"KAI sangat mendukung integrasi ini karena dampaknya berkaitan langsung dengan layanan masa depan. Semakin kuat industri manufaktur nasional, semakin besar kemampuan kita menyediakan sarana yang aman, andal, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujar Bobby.

Bobby menambahkan, manufaktur akan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem bisnis KAI.

Integrasi ini memberi ruang bagi kedua perusahaan untuk menyusun proyeksi kebutuhan secara lebih terukur sekaligus meningkatkan daya saing produk kereta api buatan Indonesia.

Jumlah Pelanggan KAI Group Tembus 258,99 Juta pada Semester I 2026

Jumlah pelanggan KAI Group pada Semester I 2026 tercatat mencapai 258,99 juta pelanggan.

Angka tersebut meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan mobilitas tersebut perlu diikuti oleh kesiapan kapasitas sarana agar keselamatan, keandalan, dan kenyamanan pelayanan tetap terjaga.

"Keberhasilan integrasi membutuhkan konsistensi, peningkatan kompetensi, dan penerapan acuan industri terbaik. Kita ingin membangun industri manufaktur kereta api nasional yang mampu mendukung perkembangan layanan dan kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," kata Bobby.

Baca juga:

KAI Tangani 320 Perlintasan Kereta Sepanjang 2026, Tutup 225 Jalur Liar Demi Keselamatan

INKA: Integrasi Jadi Tonggak Penting

Direktur Utama PT INKA Bambang Jatmika mengatakan, kick-off tersebut menjadi tonggak penting dari rencana integrasi yang telah dibahas selama beberapa tahun.

Integrasi akan mempertemukan pengalaman KAI dalam memahami kebutuhan operasional dengan kompetensi INKA dalam desain, rekayasa, dan produksi sarana.

Integrasi ini menjadi bagian dari cita-cita membangun industri kereta api nasional yang kuat. KAI dan INKA memiliki peran yang saling berkaitan, mulai dari pemetaan kebutuhan sarana hingga produksi yang mendukung pelayanan kepada masyarakat,

Direktur Utama PT INKA, Bambang Jatmika.

Menurut Bambang, koordinasi yang semakin erat akan membantu kedua perusahaan menyelaraskan proyeksi kebutuhan, perencanaan produksi, jadwal pengujian, proses serah terima, pengembangan teknologi, dan peningkatan kualitas produk.

Integrasi tersebut diharapkan memperkuat kapasitas industri nasional dalam memenuhi kebutuhan sarana secara lebih terencana serta mengikuti perkembangan layanan kereta api di berbagai wilayah Indonesia.

"Sinergi KAI dan INKA diharapkan memperkuat industri manufaktur kereta api nasional serta menghasilkan produk yang aman, andal, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tutupnya. (Asp)

#PT KAI #Kereta #PT Inka
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KAI dan INKA Mulai Integrasi Strategis, Kebutuhan KRL hingga 2040 Diproyeksikan Capai 156 Rangkaian
KAI dan INKA memulai integrasi strategis untuk memperkuat industri kereta api nasional. Kebutuhan KRL hingga 2040 diproyeksikan mencapai 156 rangkaian.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
KAI dan INKA Mulai Integrasi Strategis, Kebutuhan KRL hingga 2040 Diproyeksikan Capai 156 Rangkaian
Indonesia
PT KAI Habiskan 119,44 Juta Liter BBM Bersubsidi, Mulai Beralih ke B50
KAI mulai menerapkan penggunaan biodiesel B50 secara bertahap pada armada diesel sejak 1 Juli 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
PT KAI Habiskan 119,44 Juta Liter BBM Bersubsidi, Mulai Beralih ke B50
Indonesia
Perkuat Keselamatan Jalur Kereta Api, Balai Yasa Kiaracondong Bangun Jembatan Baja Seberat 138 Ton
Seluruh produk yang dihasilkan Balai Yasa Kiaracondong ditujukan untuk menjaga keandalan rel dan jembatan yang menjadi tulang punggung operasional kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Perkuat Keselamatan Jalur Kereta Api, Balai Yasa Kiaracondong Bangun Jembatan Baja Seberat 138 Ton
Indonesia
Kelas Eksekutif KAI Makin Diminati, Jumlah Penumpang Naik Jadi 7,5 Juta pada Semester I 2026
Kelas eksekutif KAI kini makin diminati. Jumlah penumpang naik menjadi 7,5 juta pada semester I 2026.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
Kelas Eksekutif KAI Makin Diminati, Jumlah Penumpang Naik Jadi 7,5 Juta pada Semester I 2026
Indonesia
Konser Akbar di Monas, 13 KA keberangkatan Gambir Berhenti di Jatinegara
Pola operasi berhenti luar biasa (BLB) tersebut diterapkan untuk memberikan alternatif akses keberangkatan kepada pelanggan.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 Juli 2026
Konser Akbar di Monas, 13 KA keberangkatan Gambir Berhenti di Jatinegara
Indonesia
KAI Tangani 320 Perlintasan Kereta Sepanjang 2026, Tutup 225 Jalur Liar Demi Keselamatan
KAI menangani 320 titik perlintasan kereta sepanjang Januari–7 Juli 2026, termasuk menutup 225 perlintasan liar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
KAI Tangani 320 Perlintasan Kereta Sepanjang 2026, Tutup 225 Jalur Liar Demi Keselamatan
Indonesia
Barang Tertinggal di Kereta Capai 12.656 Item, Nilainya Tembus Rp 8,8 Miliar
PT KAI menemukan 12.656 barang tertinggal di kereta dan stasiun selama enam bulan pertama 2026. Nilainya mencapai Rp 8,8 miliar, dari tas hingga laptop dan perhiasan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Barang Tertinggal di Kereta Capai 12.656 Item, Nilainya Tembus Rp 8,8 Miliar
Indonesia
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.
Proses penyelidikan masih terus berlangsung. Pihaknya memastikan hak bayi ini dapat terpenuhi, baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan hukumnya
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.
Indonesia
PT KAI Bukukan Keuntungan Rp 2,28 Triliun, Kas Dari Pelanggan Rp 28,59 Triliun
Dari sisi posisi keuangan, total aset KAI Group mencapai Rp 105,43 triliun, naik 8,58% dibandingkan 2024 sebesar Rp 97,10 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
PT KAI Bukukan Keuntungan Rp 2,28 Triliun, Kas Dari Pelanggan Rp 28,59 Triliun
Indonesia
Tega! Bayi Ditinggalkan di Toilet Gerbong 3 Eksekutif KA Sancaka, Polisi Telusuri CCTV
Satreskrim Polresta Surakarta turun tangan mendalami kasus temuan bayi tersebut dengan menelusuri rekaman CCTV di dalam kereta api dan stasiun.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Tega! Bayi Ditinggalkan di Toilet Gerbong 3 Eksekutif KA Sancaka, Polisi Telusuri CCTV
Bagikan