Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ajak Penumpang Bawa Tumbler, PT KAI Sudah Sediakan 124 Unit Water Station

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
Ajak Penumpang Bawa Tumbler, PT KAI Sudah Sediakan 124 Unit Water Station

KAI dan Coway hadirkan stasiun pengisian tumbler. (Foto: dok/Coway)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyediakan fasilitas air minum gratis di stasiun. Hingga Juni 2026, sebanyak 124 unit Water Station telah tersedia di 58 stasiun dan ditempatkan pada 70 area pelayanan pelanggan.

Fasilitas tersebut hadir seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kereta api. Selama enam bulan pada Semester I 2026, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI melayani 29.858.267 pelanggan, meningkat 8,72 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 27.463.555 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan perlu diikuti dengan penyediaan fasilitas yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari selama perjalanan.

Sebanyak 29,86 juta pelanggan menggunakan layanan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI selama enam bulan pertama 2026. Di tengah besarnya mobilitas tersebut, akses terhadap air minum menjadi fasilitas sederhana yang sangat berguna,

ujarnya, Minggu (26/7).

Baca juga:

PAM JAYA Gelar Union Gathering 2026, Perkuat Kolaborasi demi Target Air Minum 100 Persen

Pelanggan dapat mengisi kembali tumbler atau botol minumnya sebelum menaiki kereta api maupun melanjutkan perjalanan.

Water Station dapat digunakan secara gratis dengan membawa tumbler atau botol minum sendiri. Fasilitas tersebut memberi pilihan kepada pelanggan untuk memperoleh air minum tanpa harus selalu membeli air dalam botol plastik baru.

Berdasarkan estimasi konservatif, apabila satu dari sepuluh atau 10 persen pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI pada Semester I 2026 memanfaatkan Water Station satu kali, potensi penggunaan botol plastik sekali pakai yang dapat dikurangi mencapai sekitar 2,99 juta botol selama enam bulan.

Estimasi tersebut menggunakan asumsi bahwa satu kali pengisian ulang menggantikan satu botol air minum kemasan berukuran 600 mililiter. Dengan perhitungan tersebut, volume air yang berpotensi diisi ulang mencapai sekitar 1,79 juta liter.

Angka 2,99 juta botol tersebut merupakan estimasi potensi berdasarkan jumlah pelanggan dan asumsi tingkat pemanfaatan sebesar 10 persen, bukan realisasi penggunaan Water Station yang telah tercatat.

Perhitungan ini memberi gambaran tentang manfaat yang dapat tercipta apabila kebiasaan membawa tumbler dilakukan bersama. Satu kali pengisian ulang mungkin terasa sederhana, tetapi ketika dilakukan oleh jutaan pelanggan, potensi pengurangan botol plastik menjadi semakin besar,

kata Anne.

Sebanyak 124 Water Station yang telah terpasang tersebar pada 70 area pelayanan. Perbedaan antara jumlah stasiun, area, dan unit terjadi karena sejumlah stasiun memiliki lebih dari satu titik pelayanan dan beberapa unit Water Station.

Stasiun Gambir dan Pasarsenen, misalnya, masing-masing memiliki delapan unit yang ditempatkan pada empat area. Stasiun Malang memiliki enam unit pada tiga area. Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasarturi masing-masing dilengkapi lima unit.

Fasilitas tersebut juga tersedia di sejumlah stasiun lain, antara lain Bekasi, Jatinegara, Cikampek, Sukabumi, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Kediri, Jember, Medan, Kertapati, dan Tanjungkarang.

Penempatan Water Station mempertimbangkan karakter stasiun dan kebutuhan pelayanan pelanggan. Pada stasiun dengan aktivitas tinggi, fasilitas tersedia di beberapa area agar lebih mudah ditemukan dan digunakan,

ujar Anne.

KAI memastikan air pada fasilitas Water Station aman dan layak dikonsumsi. Kualitas air telah melalui pengujian di Water Quality Laboratory yang dikelola Coway International Indonesia bersama Institut Teknologi Bandung serta mengacu pada ketentuan standar kualitas air minum.

Berdasarkan pengujian yang pernah dipublikasikan KAI, kualitas air Water Station memenuhi 20 dari 20 parameter standar baku mutu. Pengujian mencakup parameter mikrobiologi berupa E. coli dan total bakteri coliform; parameter fisik seperti suhu, total dissolved solid, kekeruhan, warna, dan bau; serta sejumlah parameter kimia.

Air yang tersedia telah melalui pengujian kualitas sehingga pelanggan dapat menggunakannya dengan tenang. Pengujian dan perawatan fasilitas dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas serta higienitas air,

kata Anne.

Setiap pelanggan memiliki kebutuhan perjalanan yang berbeda. Ada masyarakat yang berangkat sejak pagi, keluarga yang bepergian bersama anak, pelanggan lansia, pelajar, pekerja, hingga pelanggan yang menempuh perjalanan selama beberapa jam.

Kemudahan memperoleh air minum dapat membantu pelanggan menjaga kondisi tubuh, mengisi botol minum anak, maupun memenuhi kebutuhan minum sebelum melanjutkan perjalanan.

Perhatian kepada pelanggan dapat hadir melalui hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Orang tua dapat mengisi botol anaknya, pelanggan lansia dapat minum obat, dan masyarakat yang menempuh perjalanan panjang dapat menjaga kebutuhan cairan tubuhnya,

kata Anne.

KAI mengajak pelanggan membawa tumbler, mengambil air sesuai kebutuhan, menjaga kebersihan area, serta menggunakan fasilitas secara tertib agar dapat dinikmati bersama.

#Tumbler #PT KAI #Air Minum
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Nusantara Explorer Hadir atas Perintah Presiden Prabowo
Nusantara Explorer jadi bagian dari upaya memperkuat pariwisata nasional melalui moda transportasi berbasis rel.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Nusantara Explorer Hadir atas Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
Presiden Prabowo Ingin Bangun Jalur Kereta Api Lampung-Aceh hingga Trans-Kalimantan, Siap Investasi Besar-Besaran
Menurut Prabowo, kereta api merupakan instrumen sesungguhnya dalam demokratisasi ekonomi.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Presiden Prabowo Ingin Bangun Jalur Kereta Api Lampung-Aceh hingga Trans-Kalimantan, Siap Investasi Besar-Besaran
Indonesia
Revitalisasi Tuntas, Stasiun Semarang Tawang Tampung Mobilitas 2,1 Juta Penumpang Semester I 2026
Revitalisasi berlangsung 330 hari dengan mengembalikan sejumlah elemen bangunan berdasarkan dokumentasi historis.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Revitalisasi Tuntas, Stasiun Semarang Tawang Tampung Mobilitas 2,1 Juta Penumpang Semester I 2026
Indonesia
Intip Kereta Nusantara Explorer Yang Pertama Kali Digunakan Presiden Prabowo
adwal operasional komersial, rute perjalanan, tarif, serta komposisi akhir kereta akan diumumkan setelah seluruh aspek operasional dan keselamatan dinyatakan siap.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Intip Kereta Nusantara Explorer Yang Pertama Kali Digunakan Presiden Prabowo
Indonesia
Prabowo Perintahkan PT KAI dan Kemenhub Bangun Jalur KA di Sumatera dan Kalimantan, Kalau Bisa Bersamaan
"Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai," kata Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Prabowo Perintahkan PT KAI dan Kemenhub Bangun Jalur KA di Sumatera dan Kalimantan, Kalau Bisa Bersamaan
Indonesia
Presiden Akui Ada Dilema Soal Kereta Api Cepat, Kota Cecil Tidak Terlayani Kereta Api
"Kadang-kadang dilema, ingin kereta api cepat, akhirnya kota-kota kecil tidak terlayani. Kereta api Indonesia harus benar-benar berpikir, utuh, komprehensif," tutur Presiden.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Presiden Akui Ada Dilema Soal Kereta Api Cepat, Kota Cecil Tidak Terlayani Kereta Api
Indonesia
Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Tahap Pertama Stasiun Tawang
Revitalisasi Stasiun Tawang dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari, terhitung sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Tahap Pertama Stasiun Tawang
Indonesia
Prabowo Bakal Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Fasad Bersejarah Dikembalikan
Stasiun Semarang Tawang segera direvitalisasi. Presiden RI, Prabowo Subianto, segera meresmikannya.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Prabowo Bakal Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Fasad Bersejarah Dikembalikan
Indonesia
Ajak Penumpang Bawa Tumbler, PT KAI Sudah Sediakan 124 Unit Water Station
Kemudahan memperoleh air minum dapat membantu pelanggan menjaga kondisi tubuh, mengisi botol minum anak, maupun memenuhi kebutuhan minum sebelum melanjutkan perjalanan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
Ajak Penumpang Bawa Tumbler, PT KAI Sudah Sediakan 124 Unit Water Station
Indonesia
KAI Beri Diskon 20 Persen, 609.657 Lansia Manfaatkan Tarif Reduksi KAI
Sebanyak 609.657 lansia memanfaatkan tarif reduksi KAI pada Januari-Juni 2026, naik 31,09 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 26 Juli 2026
KAI Beri Diskon 20 Persen, 609.657 Lansia Manfaatkan Tarif Reduksi KAI
Bagikan