Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pembukaan Kafe dan Resepsi Pernikahan di Bandung Diperketat

Zulfikar Sy - Selasa, 01 Juni 2021

MerahPutih.com - Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandung memperketat pembukaan cafe dan resepsi pernikahan dalam rangka pencegahan meluasnya penularan virus corona.

Ketua Komite Kebijakan Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandung yang juga Wali Kota Oded M Danial mengatakan, jam operasional cafe dan restoran menjadi dipersingkat.

Sebelumnya beroperasi hingga pukul 23.00 WIB saat bulan Ramadan lalu, kini kembali dibatasi menjadi pukul 21.00 WIB.

Baca Juga:

Pasien COVID-19 di RSHS Bandung Meningkat Pasca Lebaran

Satgas juga mengetatkan tempat resepsi pernikahan. Jumlah undangan hanya 30 persen dari kapasitas ruangan atau tempat penyelenggaraan resepsi pernikahan.

Hal itu karena dari hasil pengamatan di lapangan, panitia penyelenggara mempersepsikan 30 persen kapasitas di setiap sesi.

"Tadi cukup alot pembahasannya karena persoalannya di lapangan pada pelaksanaannya kadang penyelenggara itu 30 persen itu persepsinya dibagi sesi. Sehingga akhirnya, kita sepakati 30 persen itu total semua undangan dari kapasitas ruangan," beber Oded, usai menggelar rapat terbatas bersama jajaran Forkopimda di Balai Kota Bandung, Senin (31/5).

Oded juga mengatakan, tempat wisata di dalam kota akan kembali beroperasi pada 2 Juni mendatang. Sebelumnya, Pemkot Bandung telah menutup sejumlah lokasi wisata pada 23 Mei hingga 1 Juni.

Pembukaan kali ini akan diperketat dengan protokol kesehatan. "Tapi dalam rangka untuk menjaga euforia masyarakat, kita akan tetap memperketat prokes. Petugas akan memperketat pengawasan di lapangan," ucapnya.

Rapat terbatas Forkopimda Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Senin (31/5). (Humas Bandung)
Rapat terbatas Forkopimda Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Senin (31/5). (Humas Bandung)


Oded menuturkan, saat ini suasana libur Lebaran 2021 terpantau sudah mulai menurun. Sehingga, potensi membludaknya pengunjung di tempat wisata diprediksi menurun.

Oded meminta pengelola tempat wisata tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu juga, setiap pengelola tempat wisata harus mengajukan simulasi protokol kesehatan sebelum kembali beroperasi.

"Tempat wisata itu akan kembali dibuka karena sudah habis masa libur Lebaran. Tapi prokes harus tetap ketat," tegasnya.

Baca Juga:

Pengusaha Kreatif Bandung Didorong Jualan Langsung Produk ke Hong Kong

Sedangkan hasil evaluasi pelaksanaan zakat fitrah dan salat Idulfitri lalu, Oded memastikan tidak sampai memunculkan klaster baru.

Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang mengikuti pedoman pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan saat Lebaran 2021 lalu.

"Laporan Kementerian Agama yang menerjunkan para penyuluh ke seluruh kecamatan, sampai hari ini tidak ada laporan klaster Idulfitri. Kedua, pengumpulan dan pendistribusian zakat, tidak ada klaster," ungkapnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Layanan Pengiriman Instan Hadir di Bandung

Baca Artikel Asli