Pengusaha Kreatif Bandung Didorong Jualan Langsung Produk ke Hong Kong

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Mei 2021
Pengusaha Kreatif Bandung Didorong Jualan Langsung Produk ke Hong Kong

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengusaha asal Kota Bandung berpeluang menjajaki kerja sama dengan Hong Kong, menyusul Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang membuka komunikasi dengan Direktur Jenderal Hong Kong Economic And Trade Office (HKETO) Jakarta, Kin Wai Law.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyatakan, bagi Kota Bandung saat ini memerlukan perluasan pasar agar bisa semakin berkembang.

Baca Juga:

Pemda Diinstruksikan Bikin Rumah Produksi UMKM Bersama

"Memang di tengah pandemi COVID-19, ini para pengusaha di Kota Bandung lebih membutuhkan pemasaran. Sehingga penawaran yang disampaikan oleh pihak Hong Kong bisa membuka kerja sama," ujarnya akhir pekan kemarin.

Yana berharap, ada business matching antara pengusaha dari Hong Kong dan Kota Bandung. Sehingga, ada transaksi langsung dari pengusaha Hong Kong untuk mengakomodir produk dari Kota Bandung.

Para pengusaha di Kota Bandung, sambung Yana, jumlahnya cukup banyak dan tidak hanya yang tergabung di sejumlah organisasi saja. Namun, banyak masyarakat umum yang memiliki kualitas produksi mumpuni dan di bawah pembinaan langsung Pemkot Bandung.

"Mudah-mudahan ada bisnis langsung antara pengusaha yang produksnya sudah kami kurasi dengan pembeli langsung dari Hong Kong. Cukup banyak pengusaha yang kami bina dan bergerak di kuliner, fesyen dan kriya,” terangnya.

Business matching internasional ini sebelumnya sudah dijalin oleh Pemkot Bandung. Tahun lalu, pembeli dari Australia, Afrika dan Eropa berhasil digaet menjadi pasar bagi produk hasil warga Kota Bandung.

"Seperti di Belgia itu kemarin kita sama pemilik supermarket. Dia jadi sebagai pembeli langsung. Mungkin Juni ini akan ada beberapa kontainer yang dikirim ke sana,” Yana menambahkan.

Yana memastikan Pemkot Bandung akan terus berupaya untuk membina dan memperbaharui kualitas produksi kreasi warga Kota Bandung. Termasuk dalam urusan tampilan dan produknya agar bisa memenuhi standar pasar internasional.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan Direktur Jenderal Hong Kong Economic And Trade Office (HKETO) Jakarta, Kin Wai Law. (Humas Bandung)
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan Direktur Jenderal Hong Kong Economic And Trade Office (HKETO) Jakarta, Kin Wai Law. (Foto: Humas Bandung)

"Kami lebih mendorong warga Kota Bandung untuk terus berinovasi, karena kita tidak tahu pandemi ini akan selesai waktunya. Kami fasilitasi produk yang mereka hasilkan sehingga packaging baik, sertifikat halal ada, nutrition fact ada, ada kadaluarsanya mudah-mudahan ini memenuhi persyaratan untuk pasar di Hong Kong,” bebernya.

Direktur Jenderal Hong Kong Economic And Trade Office (HKETO) Jakarta, Kin Wai Law menyatakan, pihaknya merupakan perwakilan pemerintah Hong Kong di Indonesia yang fokus mempromosikan hubungan bilateral perdagangan dan perkembangan ekonomi.

Kin menilai, Kota Bandung merupakan daerah yang sangat potensial untuk pengembangan perdagangan dan perekonomian.

"Pelaku bisnis di Bandung sangat inovatif, ini kabar baik melihat potensi meteka bisa masuk pasar ke Hong Kong. Kita juga menjalin hubungan yang baik bersama pemerintah daerah untuk di kemudian hari bisa bekerja sama dalam pertukaran bisnis dan perdagangan," ujar Kin.

Kin senang melihat Pemkot Bandung antusias berinisiatif untuk melakukan pertukaran bisnis. Dia pun akan menggndeng sejumlah pelaku usaha Hong Kong untuk datang ke Kota Bandung, dan turut mengundang pengusaha dari Kota Kembang untuk hadir kota berjuluk Mutiara Dari Timur tersebut.

"Seperti kita tahu di masa pandemi kita harus tetus bisa membetikan informasi informasi ini kepada pelaku bisnis. Pelaku bisnis bisa membawa produk mereka di kegiatan bisnis di Hong Kong. Sehingga bisa diperkenalkan secara internasional dan khirnya bisa dipasrakan secara global," katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Kemenkop UKM Sebut UMKM Jadi Penyangga Ekonomi Saat Dilanda 2 Krisis

#Pengusaha UKM #Pengusaha Muda #Industri Kreatif #Bandung #Hong Kong
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
NODA Entertainment Punya Cara Berbeda Mengembangkan Kolaborasi Musik dan Talenta Independen
NODA Entertainment memperluas kolaborasi dengan musisi dan talenta independen Indonesia melalui berbagai proyek, termasuk Room Service.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 04 Oktober 2026
NODA Entertainment Punya Cara Berbeda Mengembangkan Kolaborasi Musik dan Talenta Independen
Olahraga
Gebrakan Kapolres Baru Bandung Bentuk Satgas Suporter Persib. Apa Tugasnya?
Tugas utama Satgas nantinya mengajak Bobotoh bereformasi memberi dukungan ke Persib dengan meninggalkan cara-cara lama yang bisa memicu gesekan dengan suporter klub lain
Wisnu Cipto - Rabu, 30 September 2026
Gebrakan Kapolres Baru Bandung Bentuk Satgas Suporter Persib. Apa Tugasnya?
Indonesia
Bandara Husein Bandung Kembali Buka Penerbangan Langsung Dari Singapura dan Malaysia
Farhan menyebut beberapa maskapai yang telah berkomunikasi antara lain TransNusa, Lion Group, dan Scoot.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Bandara Husein Bandung Kembali  Buka Penerbangan Langsung Dari Singapura dan Malaysia
Olahraga
Pocari Sweat Run Bandung 2026 Jadi Kado HUT Ke-216 Kota Kembang, Sukses Gandeng Pemangku Kepentingan
Selain menyehatkan warga, Pocari Sweat Run yang menghadirkan 16.000 pelari membawa dampak ekonomi nyata bagi UMKM dan sektor pariwisata.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Pocari Sweat Run Bandung 2026 Jadi Kado HUT Ke-216 Kota Kembang, Sukses Gandeng Pemangku Kepentingan
Indonesia
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Bandung diguncang gempa Bumi M2,8 pada Senin (21/9) pagi. BMKG pun mengungkap penyebabnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Peta Geologi Kebobolan! BMKG Temukan Patahan Baru Misterius Pemicu 118 Gempa Kab Bandung
BMKG mengonfirmasi 118 gempa di Kabupaten Bandung dipicu sesar lokal baru yang belum terpetakan di peta PuSGen. Simak hasil analisis lengkap BMKG di sini!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Peta Geologi Kebobolan! BMKG Temukan Patahan Baru Misterius Pemicu 118 Gempa Kab Bandung
Indonesia
Rentetan 118 Gempa Sekitar Bandung Bentuk Pola Baru, Lurus Barat Daya ke Timur Laut!
BMKG catat 118 gempa di Bandung membentuk pola garis lurus dari jalur sesar baru yang belum terpetakan. Simak analisis lengkap BMKG di sini!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Rentetan 118 Gempa Sekitar Bandung Bentuk Pola Baru, Lurus Barat Daya ke Timur Laut!
Indonesia
Puluhan Gempa Swarm Hantam Sekitar Bandung Sejak Kemarin, Pertanda Apa?
Puluhan gempa swarm guncang Pangalengan, Bandung sejak kemarin picu kepanikan. Cek penjelasan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Puluhan Gempa Swarm Hantam Sekitar Bandung Sejak Kemarin, Pertanda Apa?
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Indonesia
Beda dengan Badan Geologi, BMKG: Dentuman Bandung Bukan Suara Erupsi Anak Krakatau
Fenomena suara dentuman yang sempat menghebohkan warga Bandung Raya pada Sabtu (5/9) dini hari ternyata memunculkan perbedaan analisis antara dua lembaga negara.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
Beda dengan Badan Geologi, BMKG: Dentuman Bandung Bukan Suara Erupsi Anak Krakatau
Bagikan