Komunitas Nasi Berkah Mbak Noy Konsisten Bagikan Makanan bagi yang Membutuhkan Selama 1 Dekade

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Komunitas Nasi Berkah Mbak Noy Konsisten Bagikan Makanan bagi yang Membutuhkan Selama 1 Dekade

Komunitas Nasi Berkah Mbak Noy Konsisten Bagikan Makanan bagi yang Membutuhkan Selama 1 Dekade.(foto: istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PUNYA kegiatan untuk kepedulian lingkunan yang konsisten. Itulah niat awal nan sederhana dari Nurul Nurnasari pada satu dekade lalu, tepatnya di 2016. Niat itu kemudian ia wujudkan dalam Komunitas Nasi Berkah Mbak Noy. Selama satu dekade, komunitas ini konsisten memberikan bantuan makanan bagi mereka yang membutuhkan, baik dalam situasi pandemi maupun bencana.

“Di usia saya sekarang, saya ingin punya kegiatan yang bisa melatih diri untuk peduli. Tapi bukan hanya sesekali, harus bisa istikamah,” ujar Mbak Noy, sapaan akrab Nurul Nurnasari.

Dari niat itulah, Mbak Noy mendirikan Komunitas Nasi Berkah Mbak Noy. Nama ‘Nasi Berkah’ dipilih karena itu merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Namun, seiring waktu, bantuan yang diberikan berkembang tidak hanya terbatas pada makanan. Sejak awal, Mbak Noy menargetkan kelompok yang jarang tersentuh bantuan. Baginya, mereka yang membutuhkan, tapi memilih tidak meminta ialah pihak yang paling layak diperhatikan. Ia melihat masih banyak warga dengan kondisi ekonomi terbatas yang bertahan tanpa pernah mengajukan bantuan.

“Mereka bukan pengemis, tapi sangat layak untuk dibantu,” katanya.

Baca juga:

Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Perpanjang Sampai Juni, Bantu Stabilisasi Harga



Dapur kecil komunitas ini di Bandung, Jawa Barat, memproduksi makanan lengkap dengan lauk dan sayur. Setiap pekan, komunitas ini menyalurkan sedikitnya 300 porsi makanan. Seluruhnya dimasak secara mandiri, sebagian besar dari dapur rumah Mbak Noy. Proses distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah anggota keluarga, serta memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Kini, jangkauan bantuan Komunitas Nasi Berkah Mbak Noy perlahan meluas. Sasaran penerima manfaat kian beragam, mulai dari anak berkebutuhan khusus, lansia di panti werda, hingga warga di wilayah dengan kasus stunting.

Dalam perjalanannya, komunitas ini juga aktif menyasar sekolah luar biasa (SLB). Ada alasan khusus Mbak Noy mengjangkau para penghuni SLB. Rupanya, ia memiliki adik dengan kebutuhan khusus. Hal itulah yang membuatnya memahami langsung kondisi keluarga dan para pengajar di sana.

Pengalaman pribadi sebagai penyintas kanker juga mendorong Mbak Noy menjangkau rumah singgah pasien kanker dengan menyediakan makanan bagi keluarga pasien. Aktivitas ini memiliki arti khusus bagi Mbak Noy.



Relawan Bekerja dan Bergerak Cepat tanpa Dibayar




Dalam operasionalnya, Komunitas Nasi Berkah dijalankan delapan relawan tetap. Selama hampir 10 tahun berjalan, seluruh anggota tim bekerja secara sukarela tanpa imbalan. Pendanaan kegiatan berasal dari donasi teman-teman terdekat. Mbak Noy rutin membagikan laporan kegiatan kepada para donatur guna transparansi.

Meski begitu, mereka selalu sigap dan gesit dalam mengulurkan bantuan. Saat banjir melanda sejumlah wilayah di Bandung, Komunitas Nasi Berkah kerap menjadi yang pertama turun ke lapangan. Mereka menyalurkan makanan siap saji bahkan sebelum dapur umum resmi beroperasi.

Selain itu, mereka juga menjalankan program lain, seperti ‘sedekah air’ di daerah yang mengalami kesulitan akses air bersih. Komunitas ini membangun sumur bor sebagai sumber air untuk desa yang membutuhkan. Dalam 10 tahun, komunitas Nasi Berkah telah membangun 10 titik sumur bor agar warga mendapatkan akses air bersih. Beberapa di antarnya berada di Cipinang dan Cimaung, kedua kampung yang mengalami kesulitan air bersih dan mayoritas warganya merupakan lansia.

Tak hanya memberikan bantuan, Mbak Noy juga aktif mendorong kemandirian masyarakat dalam kegiatan sosial. Ia kerap menginisiasi kegiatan bazar murah yang menyediakan sembako dan pakaian layak pakai. Hasil dari kegiatan tersebut kemudian dikembalikan kepada masyarakat untuk kebutuhan bersama, seperti perbaikan fasilitas umum.

“Kami ingin mereka tidak hanya menerima, tetapi juga bisa produktif,” kata Mbak Noy.

Bagi Mbak Noy, kegiatan ini bukan sekadar memberi kepada orang lain, melainkan juga dalam dirinya.

Saya jadi lebih bersyukur dan merasa hidup saya lebih bermakna. Saya juga jadi berpikir, kalau punya rezeki lebih, saya bisa membantu lebih banyak orang.

Nurul Nurnasari, pendiri Komunitas Nasi Berkah Mbak Noy



Selama pandemi COVID-19, kegiatan Komunitas Nasi Berkah justru semakin intensif. Dalam sepekan, mereka bahkan bisa menyalurkan hingga 1.500 paket sembako kepada warga yang terdampak. Mbak Noy masih mengingat betul masa-masa penuh ketidakpastian itu. Ia tetap turun langsung ke lapangan untuk mendistribusikan bantuan di tengah kekhawatiran yang dirasakan banyak orang. “Waktu itu, saya pikir lebih baik saya membantu daripada hanya diam,” kenangnya.



Konsisten di Partai Allah dalam Menghadapi Tantangan



Bertahun-tahun terjun langsung memberikan bantuan membuat Mbak Noy dipenuhi berbagai pengalaman. Ia bercerita pernah suatu kali saat membagikan makanan, ada warga yang justru merasa sungkan dan menolak dengan halus karena mengira bantuan tersebut ada maksud tertentu”

“Pernah ada yang tanya, ‘ini dari partai mana?’. Sampai saya harus meyakinkan ini dari ‘partai Allah’, karena memang murni ingin membantu,” ujar Mbak Noy.

Bahkan, ada pula yang awalnya ragu menerima karena tidak percaya ada orang yang mau berbagi tanpa pamrih. “Kadang mereka sampai heran, kok ada yang mau repot-repot masak dan bagi-bagi seperti ini,” katanya.

Namun, bagi Mbak Noy, momen-momen seperti itu justru menjadi pengalaman berkesan sekaligus pengingat bahwa kepercayaan juga perlu dibangun dalam kegiatan sosial.

Meski begitu, hal-hal seperti itu bukanlah tantangan besar buat Mbak Noy. Menurutnya, hambatan terbesar justru bukan soal pendanaan, melainkan cara pandang. Ia melihat masih banyak orang merasa tidak mampu membantu, bahkan sebelum mencoba. “Padahal sebenarnya bisa. Kami hanya memancing di awal, selanjutnya mereka bisa berkembang sendiri,” ujarnya.

Saat ini, kegiatan komunitas masih berfokus di wilayah Jawa Barat. Di masa depan, Mbak Noy berharap gerakan ini dapat menjangkau lebih luas. Bagi Mbak Noy, berbagi bukan sekadar memberi, tetapi juga tentang menyalakan harapan.

“Selama masih diberi kesehatan dan kemampuan, saya ingin terus terjun langsung membantu,” tutupnya.(*)

#Kemanusiaan #Bantuan Kemanusiaan #Bandung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Gebrakan Kapolres Baru Bandung Bentuk Satgas Suporter Persib. Apa Tugasnya?
Tugas utama Satgas nantinya mengajak Bobotoh bereformasi memberi dukungan ke Persib dengan meninggalkan cara-cara lama yang bisa memicu gesekan dengan suporter klub lain
Wisnu Cipto - Rabu, 30 September 2026
Gebrakan Kapolres Baru Bandung Bentuk Satgas Suporter Persib. Apa Tugasnya?
Indonesia
Bandara Husein Bandung Kembali Buka Penerbangan Langsung Dari Singapura dan Malaysia
Farhan menyebut beberapa maskapai yang telah berkomunikasi antara lain TransNusa, Lion Group, dan Scoot.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Bandara Husein Bandung Kembali  Buka Penerbangan Langsung Dari Singapura dan Malaysia
Olahraga
Pocari Sweat Run Bandung 2026 Jadi Kado HUT Ke-216 Kota Kembang, Sukses Gandeng Pemangku Kepentingan
Selain menyehatkan warga, Pocari Sweat Run yang menghadirkan 16.000 pelari membawa dampak ekonomi nyata bagi UMKM dan sektor pariwisata.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Pocari Sweat Run Bandung 2026 Jadi Kado HUT Ke-216 Kota Kembang, Sukses Gandeng Pemangku Kepentingan
Indonesia
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Bandung diguncang gempa Bumi M2,8 pada Senin (21/9) pagi. BMKG pun mengungkap penyebabnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Peta Geologi Kebobolan! BMKG Temukan Patahan Baru Misterius Pemicu 118 Gempa Kab Bandung
BMKG mengonfirmasi 118 gempa di Kabupaten Bandung dipicu sesar lokal baru yang belum terpetakan di peta PuSGen. Simak hasil analisis lengkap BMKG di sini!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Peta Geologi Kebobolan! BMKG Temukan Patahan Baru Misterius Pemicu 118 Gempa Kab Bandung
Indonesia
Rentetan 118 Gempa Sekitar Bandung Bentuk Pola Baru, Lurus Barat Daya ke Timur Laut!
BMKG catat 118 gempa di Bandung membentuk pola garis lurus dari jalur sesar baru yang belum terpetakan. Simak analisis lengkap BMKG di sini!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Rentetan 118 Gempa Sekitar Bandung Bentuk Pola Baru, Lurus Barat Daya ke Timur Laut!
Indonesia
Puluhan Gempa Swarm Hantam Sekitar Bandung Sejak Kemarin, Pertanda Apa?
Puluhan gempa swarm guncang Pangalengan, Bandung sejak kemarin picu kepanikan. Cek penjelasan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Puluhan Gempa Swarm Hantam Sekitar Bandung Sejak Kemarin, Pertanda Apa?
Merah Putih Kasih
Bantuan Tahap II JHL Foundation untuk Gempa Flores: Fokus Material Renovasi dan Alat Sekolah
Untuk tahap II fokus bantuan bukan lagi sekadar kebutuhan harian, melainkan material bangunan untuk sekolah dan rumah ibadah, serta perlengkapan belajar bagi anak-anak.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Bantuan Tahap II JHL Foundation untuk Gempa Flores: Fokus Material Renovasi dan Alat Sekolah
Indonesia
Beda dengan Badan Geologi, BMKG: Dentuman Bandung Bukan Suara Erupsi Anak Krakatau
Fenomena suara dentuman yang sempat menghebohkan warga Bandung Raya pada Sabtu (5/9) dini hari ternyata memunculkan perbedaan analisis antara dua lembaga negara.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
Beda dengan Badan Geologi, BMKG: Dentuman Bandung Bukan Suara Erupsi Anak Krakatau
Merah Putih Kasih
Tempuh Medan Sulit, JHL Foundation Salurkan 70 Paket Bantuan ke Warga Terdampak Gempa Flores
JHL Foundation menyalurkan 70 paket bantuan pada hari ketujuh di Manggarai. Tim menembus jalan rusak dan medan sulit untuk menjangkau warga terdampak gempa Flores.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Tempuh Medan Sulit, JHL Foundation Salurkan 70 Paket Bantuan ke Warga Terdampak Gempa Flores
Bagikan