Merahputih.com - Anggota tim komunikasi publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Reisa Broto Asmoro, menyebut data wilayah di Indonesia yang mengalami pergeseran status zona corona.
Pembagian zona itu dibagi menjadi empat, yakni zona merah (risiko penularan corona tingkat tinggi), zona oranye (risiko sedang), zona kuning (rendah), dan zona hijau (nol kasus).
Baca Juga
"Zona hijau di Indonesia semakin banyak, minggu lalu, ada 112 kabupaten/kota berada di zona hijau. Zona hijau artinya tidak ada kasus, meningkat dari 85 kab/kota di tanggal 14 juni 2020," ujar Reisa dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (29/6).
"Sedangkan yang sedang berlomba menjadi zona hijau, zona risiko rendah, atau zona kuning, pada 21 juni berjumlah 188 daerah, meningkat dari 138 di tanggal 14 juni," kata Reisa.
Reisa optimistis langkah pemerintah untuk menekan penularan corona sudah tepat. Buktinya, daerah dengan zona merah dan oranye perlahan berkurang. Sayangnya, Reisa tak merinci daerah mana saja yang mengalami pergeseran zona.
"Ada wilayah yang kasus sembuh mencapai 100 persen, masyarakat di wilayah ini harus dapat tetap melakukan aktivitas aman dan produktif," tuturnya.
Baca Juga
Reisa melihat masyarakat sudah mulai banyak yang beradaptasi mengubah gaya hidup bersih namun tetap produktif. Reisa meminta masyarakat di seluruh daerah tetap saling mengingatkan untuk menekan penularan.
"Kemampuan kepemimpinan masyarakat di daerah betul-betul menjalankan kesehatan dengan konsultasi dari berbagai pihak di daerah, DPRD, tokoh masyarakat, media, semua terlibat dalam pengambilan keputusan, ungkapnya. (Knu)