Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Jennis Bantu Berolahraga sesuai Jadwal Menstruasi

Dwi Astarini - Selasa, 31 Mei 2022

SEPULUH tahun setelah atlet cabang olahraga atletik Jessica Ennis-Hill meraih medali emas untuk heptathlon dalam Olimpiade di London, Inggris, ibu dua anak ini meluncurkan aplikasi Jennis untuk pemetaan siklus menstruasi.

Aplikasi tersebut memberi tahu penggunanya cara mengelola hormonnya. Kemudian menyesuaikannya dengan jenis olahraga yang bervariasi pada waktu yang berbeda dalam sebulan agar tubuh mendapatkan manfaat optimal.

BACA JUGA:

Sedang Tren, Olahraga Jalan Kaki 12-3-30 Efektifkah?

Ini bukan hanya untuk atlet profesional. Pemetaan siklus menstruasi merupakan alat yang dapat dimanfaatkan siapa saja. Ada sejumlah aplikasi populer, antara lain FitrWoman, Clue, dan Flo.

aplikasi Jennis
Siklus menstruasi memiliki empat fase, di mana pasang surut estrogen dan progesteron memengaruhi tingkat energi. (Jennis)

Meski demikian, para ahli mengatakan setiap orang mengalami siklus menstruasi berbeda. Untuk sebagian besar, siklus mereka ialah sekitar 28 hari, dengan empat fase, dua hormon seks utama, estrogen dan progesteron, pasang surut dan menghasilkan berbagai tingkat energi.

1. Fase menstruasi: pada hari pertama menstruasi, kadar estrogen dan progesteron berada pada titik terendah. Tetapi mulai meningkat secara bertahap. Kamu yang mengalami kram perut disarankan melakukan peregangan dan yoga.

2. Fase folikular: dalam seminggu setelah menstruasi berakhir, kadar estrogen mulai meningkat dengan cepat dalam persiapan untuk ovulasi. Bagi kamu yang merasa berenergi didorong untuk melatih dan meningkatkan kebugaran.

3. Fase luteal: sekitar waktu ovulasi, 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Untuk sebagian besar perempuan, inilah tingkat puncak estrogen. Pada fase ini, pembentukan otot dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan dengan latihan pembakaran lemak seperti berlari, bersepeda, dan berenang.

4. Fase pra-menstruasi: dalam seminggu sebelum menstruasi berikutnya. Kadar estrogen dan progesteron turun dan gejalanya termasuk perubahan suasana hati, kelelahan, dan kembung. Bila kamu cemas, disarankan berolahraga dengan intensitas rendah. Sementara itu, kamu yang merasa frustrasi dapat melakukan olahraga dengan intensitas lebih tinggi.

"Mungkin jika saya akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk memahaminya, terutama ketika memacu diri dengan latihan kekuatan selama fase folikular itu. Mungkin saya akan membangun lebih banyak otot tanpa lemak dan menjadi lebih kuat," kata Ennis-Hill kepada BBC News.

BACA JUGA:

5 Mitos Tentang Olahraga, Pernah Mengalami?

Namun, Kelly Lee McNulty, yang mempelajari efek siklus menstruasi pada olahraga, di Universitas Northumbria, Newcastle, Inggris, mengatakan penelitian lebih lanjut sangat diperlukan. "Saat ini, penelitian benar-benar dalam tahap awal," katanya.

aplikasi jennis

Semakin kaya algoritma, mereka yang siklusnya tidak teratur akan mendapatkan manfaat aplikasi yang lebih baik. (Jennis)

"Hanya 6 persen dari studi olahraga dan olahraga yang difokuskan untuk perempuan secara khusus. Jadi itu menunjukkan kesenjangan yang kita miliki dalam basis pengetahuan mengenai faktor spesifik perempuan," ujarnya.

"Hanya ada empat penelitian besar (mengenai menstruasi dan olahraga) dan itu dilakukan pada 1990-an. Ditambah tidak ada yang menggunakan pengambilan sample darah atau metode gold-standard," jelas McNulty.

Dia berharap di masa depan perempuan tidak hanya perlu meningkatkan jumlah penelitian yang didapatkan. Tetapi perempuan perlu membuatnya lebih baik. Sehingga bisa mendapatkan kesimpulan yang lebih akurat tentang fisiologi perempuan.

"Semakin banyak data pengguna, aplikasi akan semakin berkembang," kata tim Jennis. Dengan algoritma yang makin kaya, mereka yang siklusnya tidak teratur akan mendapatkan manfaat aplikasi yang lebih baik.

"Ini masih dalam tahap awal, tetapi kami ingin menjangkau sebanyak mungkin perempuan dan membantu mereka memahami tubuh dan hormon mereka," jelas Ennis-Hill.(aru)

BACA JUGA:

Renang Gaya Dada Baik untuk Kesehatan Jantung

Baca Artikel Asli