5 Mitos Tentang Olahraga, Pernah Mengalami?

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 18 Januari 2022
5 Mitos Tentang Olahraga, Pernah Mengalami?

Tidak sedikit orang yang masih percaya dan menerapkan mitos-mitos tentang olahraga. (Foto: Unsplash/Anastase Maragos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SALAH satu alasan yang mungkin bikin kamu malas berolahraga adalah mitos yang masih dipercayai oleh segelintir orang. Bukannya membuat berat badan jadi sesuai yang diinginkan, mitos tersebut justru bisa tidak memengaruhi angka berat badan sama sekali lo.

Di balik banyaknya manfaat olahraga, tidak sedikit orang yang masih percaya dan menerapkan mitos-mitos tentang olahraga. Padahal kesalahan dalam olahraga ini justri bisa mematahkan harapan seseorang mendapat tubuh ideal. Mengutip laman Alodokter, berikut lima mitos tentang olahraga.

Baca juga:

Bolehkah Olahraga di Malam Hari?

1. Nyeri setelah olahraga adalah tanda otot sedang terbentuk

5 Mitos Tentang Olahraga, Pernah Mengalami?
Nyeri terjadi karena otot kaku. (Foto: Unsplash/bruce mars)

Nyeri setelah olahraga biasanya terjadi karena pecahnya otot-otot yang jarak digerakkan dan kaku. Lambat laun, otot akan beradaptasi memperbaiki kerusakan tersebut serta menjadi besar dan lebih kuat. Jadi, saat berolahraga pagi, rasa sakit bisa berkurang atau bahkan menghilang. Nah kalau nyeri setelah olahraga terjadi dalam waktu lama atau semakin parah, ini bukan tanda otot sedang terbentuk. Jika kamu mengalaminya, sebaiknya segera hentikan latihan tersebut atau mengganti jenis olahraga lain ya.

2. Naik dan turun tangga bukan termasuk olahraga

5 Mitos Tentang Olahraga, Pernah Mengalami?
Meski ringan, tetap dapat membakar kalori. (Foto: Unsplash/Ruffa Jane Reyes)

Naik dan turun tangga bisa dikategorikan sebagai olahraga lo. Meski tergolong ringan, aktivitas ini tetap dapat membakar kalori, memperkuat kaki dan bokong, dan meningkatkan kepadatan tulang. Selain itu, naik dan turun tangga setelah makan juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

3. Tidak perlu atur pola makan yang penting olahraga

5 Mitos Tentang Olahraga, Pernah Mengalami?
Pola makan harus seimbang dengan olahraga. (Foto: Unsplash/Anna Pelzer)

Anggapan ini cuma mitos belaka , ya. Kalau memang ingin mencapai target, pola makan dan olahraga harus dilakukan dengan baik dan seimbang. Bahkan, para ahli berpendapat bahwa keberhasilan mencapai berat badan ideal itu 30 persen bergantung pada olahraga dan 70 persen dari pola makan.

Baca juga:

MotoGP, Olahraga Mahal Hingga Miliaran Rupiah

4. Makin banyak keringat, makin cepat turun berat badan

5 Mitos Tentang Olahraga, Pernah Mengalami?
Kondisi ini hanya akan terjadi sementara waktu saja, tidak secara permanen. (Foto: Unsplash/Nathan Dumlao)

Kamu mungkin sering melihat orang yang jogging pakai jas hujan. Biasanya, upaya ini dilakukan supaya bisa mengeluarkan lebih banyak keringat. Sebenarnya, tidak ada kaitannya antara keringat dan penurunan berat badan. Berkeringat banyak memang bisa memungkinkan seseorang mengalami penurunan berat badan sebanyak beberapa gram, terlebih jika saat itu sedang kurang minum. Namun, kondisi ini hanya akan terjadi sementara waktu saja, tidak secara permanen.

5. Tidak boleh makan setidaknya dua jam setelah olahraga

5 Mitos Tentang Olahraga, Pernah Mengalami?
Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. (Foto: Unsplash/Merve Sehirli Nasir)

Tubuh perlu nutrisi untuk mempercepat pemulihan dari kelelahan dan nyeri otot setelah olahraga. Nah, menunda makan terlalu lama bisa memperlambat pemulihan tersebut. Selain itu, kebiasaan ini justru memicu seeorang jadi makan berlebihan. Untuk mempercepat pemulihan, kamu disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan protein. (and)

Baca juga:

Warna Juga Menentukan Kenyamanan Pakaian Olahraga

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan