Kesehatan

Sedang Tren, Olahraga Jalan Kaki 12-3-30 Efektifkah?

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 04 April 2022
Sedang Tren, Olahraga Jalan Kaki 12-3-30 Efektifkah?

Latihan 12-3-30 menjadi tren media sosial viral karena kesederhanaannya dan klaim oleh penciptanya. (Foto: freepik/tawatchai07)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA saja tren olahraga baru yang melanda media sosial, menjanjikan untuk membantu kita menurunkan berat badan. Sayangnya, tidak semua metode ini aman dan efektif. Salah satu tren latihan terbaru yang membuat gelombang ialah olahraga jalan kaki 12-3-30.

“Olahraga 12-3-30 adalah latihan treadmill yang mengajak kamu berjalan selama 30 menit dengan treadmill diatur pada kecepatan 3 mil per jam (sekitar 4,82 km/jam) dan kemiringan 12 persen,” kata Andrea Marcellus, pelatih pribadi besertifikat yang berbasis di Los Angeles, AS, dan penulis buku The Way In.

“Ini menjadi tren media sosial viral karena kesederhanaannya dan klaim oleh penciptanya. Influencer media sosial Lauren Giraldo, yang mengatakan dia menurunkan berat 30 pound (13,6 kg) dengan mengikuti latihan itu,” jelas Marcellus, seperti diberitakan Prevention.

BACA JUGA:

Puasa Anti Bolong, Begini Caranya

Giraldo pertama kali membagikan unggahan dirinya berlatih di saluran Youtube-nya pada tahun 2019 dan kemudian baru-baru ini diunggah lagi di TikTok dan Instagram. Secara keseluruhan, video latihan berjalan 12-3-30 miliknya telah meraup jutaan penayangan dan likes, membuktikan bahwa orang-orang memperhatikan tren tersebut.

“Apa pun yang membuat kamu terinspirasi untuk bergerak adalah hal yang baik, dan membuatnya tetap sederhana sangat membantu banyak orang di bagian itu,” Marcellus menekankan. Ini mungkin salah satu alasan mengapa latihan tersebut sangat populer, fokus pada jalan kaki dan menawarkan bentuk latihan ringan yang hebat.

olahraga
Kesederhanaan latihan 12-3-30 dapat membuatnya jadi mudah, hemat biaya, dan tidak terlalu menakutkan. (Foto: freepik)

“Kesederhanaan latihan 12-3-30 dapat membuat memulai rejimen kebugaran menjadi mudah, hemat biaya, dan tidak terlalu menakutkan daripada pilihan lain. Berjalan menanjak menuntut dan akan membantu meningkatkan sistem kardiovaskular lebih cepat daripada berjalan di permukaan datar dengan kecepatan yang sama,” kata Marcellus.

"Ini juga akan membantu kamu membakar lebih banyak kalori tanpa melompat, menjadikannya pilihan yang bagus untuk orang-orang yang memiliki masalah dengan kaki, pergelangan kaki, lutut, atau pinggul,” dia menambahkan.

Karena latihan ini tidak memerlukan peralatan apa pun selain treadmill, menjadikannya pilihan yang baik untuk pengunjung gym baru dan orang-orang dari segala usia.

“Selain manfaat kesehatan kardiovaskular, berjalan dengan kemiringan 12 persen juga akan membantu memperkuat otot-otot di tubuh bagian bawah,” kata Alissa Tucker, personal trainer dan master trainer bersertifikat National Academy of Sports Medicine (NASM) di AKT Studios di New York, AS.

"Ini juga relatif ringan pada persendian dan masih memberi kamu kesempatan untuk meningkatkan detak jantung untuk membakar lemak," ujarnya.

Apakah jalan kaki 12-3-30 aman?

olahraga
Perlu diperhatikan adalah bahwa latihan 12-3-30 tidak melibatkan sesi pemanasan dan pendinginan. (Foto: freepik/jcomp)

“Mengingat sifat latihan yang berdampak rendah, ini aman bagi kebanyakan orang,” kata Tucker. Namun, ada beberapa hal yang para ahli ingin kamu ingat.

“Latihan ini tidak akan mempersiapkanmu untuk gerakan dalam kehidupan sehari-hari karena kamu hanya bergerak pada satu bidang gerak. Oleh karena itu, kamu terutama melatih otot-otot di bagian depan dan belakang tubuh dan mengabaikan beberapa otot penstabil yang paling penting, seperti glutes luar dan otot core dalam,” jelas Tucker.

Karena itulah, Dia tidak merekomendasikan menggunakan rutinitas ini sebagai sumber utama latihan.

Jika kamu menderita masalah punggung bawah, berhati-hatilah dalam berlatih latihan ini. Para ahli mencatat bahwa rutinitas ini mungkin bukan pilihan terbaik karena tanjakan yang curam dapat memberikan beban berlebih pada punggung, menurut Tucker, terutama jika otot perut tidak menopang tubuh dengan baik.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa latihan ini tidak melibatkan latihan pemanasan dan pendinginan, yang oleh para ahli diperingatkan bisa berbahaya bagi tubuh.

“Pemanasan sangat penting untuk meningkatkan suhu inti tubuh, mempersiapkan sistem kardiovaskular untuk kerja keras, dan melapisi sendi dengan cairan sinovial pelindung (cairan kental yang terletak di antara sendi),” jelas Marcellus.

"Ini juga tidak mencakup pendinginan, yang diperlukan untuk menurunkan detak jantung dan tekanan darah dengan aman, mencegah ketegangan [otot] atau robekan, membilas asam laktat, dan menyeimbangkan hormon pasca-latihan," tambahnya.

Jadi, jika kamu berencana menambahkan latihan ini ke rutinitas olahraga, pastikan untuk meluangkan waktu ekstra sebelum dan sesudah latihan.

Meskipun Giraldo mengatakan dalam video TikTok bahwa dia melakukan latihan 12-3-30 lima kali seminggu, para pakar menyarankan untuk memvariasikan rutinitas latihan. “Kamu dapat berlatih latihan jalan kaki ini tiga hari seminggu per maksimal dan selama 30 menit,” kata Marcellus.

Dia juga menyarankan olahraga bergantian antara latihan kekuatan, yoga, pilates, atau latihan fungsional di hari lain.

“Coba gunakan latihan 12-3-30 sebagai latihan tambahan pada hari-hari kamu ingin cepat berkeringat,” demikian Tucker.(aru)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Bagikan