MERAHPUTIH.COM — PANGGUNG peragaan Victoria’s Secret pada Minggu (18/10) malam waktu AS gemerlap. Tak hanya karena para model ternama yang berjalan di atas titian peraga, tapi, secara harfiah, panggung itu benar-benar menyilaukan dengan tampilan bra berkilau permata. Seolah tak cukup hanya berkilau, harga bra yang dikenakan Kylie Jenner itu cukup membuat mata terbelalak, USD 50 juta atau sekira Rp 900 miliar. Fantastis. Untuk sebuah bra.
Dulu Aksi Pamer, kini Investasi Berani
‘Fantasy Bra’ yang dibawakan Jenner malam itu merupakan aksi pamer (stiunt) khas Victoria's Secret. Aksi ini telah muncul dalam peragaan mereka sejak 1996. Dalam setiap edisi peragaan, merek pakaian dalam (lingerie) ini merancang satu push-up bra berhiaskan permata. Hal itu untuk meningkatkan daya tarik peragaan busana.
Model perdana yang pamer bra berhiaskan permata dari Victoria’s Secret ialah Claudia Schiffer, yang mengenakannya dalam sebuah pemotretan. Model terakhir yang memamerkan Fantasy Bra ialah Elsa Hosk di panggung peragaan busana pada 2018. Bedanya, kedua bra tersebut bernilai relatif relatif rendah, yakni ‘hanya’ USD 1 juta atau sekira Rp 18 miliar.
Kalau kita bandingkan, harga Fantasy Bra sebelumnya tampak receh di hadapan karya ciptaan Jacob & Co yang senilai USD 50 juta. Pembuat perhiasan mewah tersebut merancang bustier Jenner dari 91 berlian putih besar. Setiap berlian berukuran 5 hingga 18 karat. Di bagian tengah bra, terdapat satu berlian kuning berukuran lebih dari 75 karat. Bagi merek yang baru bangkit dari masa-masa sulit selama beberapa tahun akibat kritik publik dan penurunan pendapatan, hal ini terlihat sebagai investasi berani ke dalam ‘fantasi’ mereka sendiri.
Baca juga:
Victoria’s Secret telah bertahun-tahun terlilit kontroversi. Chief Creative Officer baru merek tersebut, Adam Selman, yang diangkat pada April 2025, menerima tugas menghadapi warisan kontroversial Victoria's Secret. Keterkaitannya dengan Jeffrey Epstein sempat mencoreng reputasi merek ini, sedankgkan pertanyaan eksistensial tentang apakah pertunjukan peragaan lingerie mereka yang telah berlangsung sejak 1995, di luar jeda 6 tahun yang dimulai pada 2019, bersifat patriarkal atau memberdayakan selalu mencuat kembali setiap tahunnya bagai rutinitas.
Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, Victoria's Secret menikmati gelombang feminisme ‘seksualitas sebagai pemberdayaan’ yang didukung berbagai media, seperti serial Sex and the City hingga kampanye ikonis Calvin Klein pada 1992 yang menampilkan Mark Wahlberg dan Kate Moss berpakaian minim.
Namun, kemunduran merek raksasa ini, setelah bertahun-tahun diterpa kontroversi, mencapai puncaknya pada 2019, tak lama setelah Chief Marketing Officer of Victoria's Secret Ed Razek mengatakan kepada Vogue bahwa ia tidak percaya transeksual layak tampil di panggung peragaan busana merek tersebut. Alasan Razek ialah, pertunjukan Victoria’s Secret ialah sebuah fantasi.
Tak hanya menyinggung isu transeksual, Razek juga menyatakan tidak ada minat publik terhadap peragaan busana Victoria's Secret untuk ukuran besar (plus-size). Pernyataan itu memicu kemarahan publik dan aksi protes dari para model.
Namun, ada cerita yang lebih dari sekadar budaya internal yang buruk dan kepemimpinan yang ketinggalan zaman: keterkaitan perusahaan tersebut dengan mendiang Jeffrey Epstein, pengusaha keuangan tercemar yang didakwa pada 2019 atas perdagangan seks anak di bawah umur. Dalam sebuah dokumenter yang disutradarai Matt Tyrnauer, disebutkan bahwa Epstein ialah mitra bisnis dekat sekaligus teman pribadi mantan CEO of Victoria’s Secret Les Wexner. Ia diduga menggunakan nama besar merek ini untuk menemui para perempuan muda dengan dalih palsu merekrut mereka untuk peragaan busana dan kampanye iklan.
Dokumenter itu menampilkan wawancara dengan Alicia Arden, seorang perempuan yang mengaku percaya bahwa ia sedang menjalani wawancara kerja sebagai model katalog Victoria's Secret pada 1997, tapi justru dilecehkan Epstein di sebuah hotel di California.
Kembali Membawa Fantasi
Rangkaian kontroversi itu membuat Victoria’s Secret menghentikan peragaan busana mereka pada 2019. Jenama ini baru kembali ke pertunjukan pada 2024. Dalam comeback itu, sebelum Selman bergabung, merek ini mencoba melakukan koreksi cepat setelah berpuluh-puluh tahun mengusung satu tipe bentuk tubuh demi sebuah ‘fantasi’.
Model bertubuh plus-size dan transgender diikutsertakan untuk pertama kalinya dalam sejarah Victoria's Secret, meskipun banyak pihak mengkritiknya sebagai tindakan sekadar formalitas dan pencitraan. Pada awal 2026, CEO of Victoria’s Secret, Hillary Super, menyampaikan kepada Fortune bahwa perusahaan memiliki komitmen terhadap keberagaman tanpa bersifat performatif, dengan mereka harus mencentang setiap kotak syarat. Langkah penyeimbangan tersebut tampaknya berhasil. Pada awal musim panas ini, menurut Fortune, perusahaan berhasil melipatgandakan harga saham mereka di pasar bursa.
Untuk peragaan busana Victoria’s Secret keduanya, Selman terus menjaga keseimbangan antara warisan merek dan sikap kontemporer, menerima kenyataan bahwa daya tarik seks (sex-appeal), kemewahan, dan fantasi tersebut pada akhirnya masih merupakan hal yang diinginkan publik.
Deretan selebritas mulai dari Timothée Chalamet dan Kris Jenner hingga Nicole Kidman, dan Dylan Sprouse menyaksikan parade Victoria's Secret Angels lama yang tak asing lagi seperti Joan Smalls dan Candice Swanepoel, serta model-model baru seperti Paloma Elsesser dan Alex Consani. Model Bella Hadid membuka pertunjukan dengan sepasang sayap bunga anggun yang terlihat lebih nyaman ketimbang pertunjukan-pertunjukan sebelumnya.
"Sayap-sayapnya jauh lebih ringan tahun ini sehingga para model benar-benar bisa berjalan dengan baik," kata Consani di belakang panggung.
Para model memperagakan berbagai gaya busana lingerie, mulai dari yang menerawang (sheer) hingga yang lebih bergaya sporty, diiringi penampilan musik langsung dari grup girl group global Katseye, penyanyi rap Megan Thee Stallion, serta penyanyi pop Tate McRae.
Para Angels generasi berikutnya, seperti Ashley Graham, Elsesser, Consani, dan Solange Omon, berjalan beriringan bersama para veteran panggung peragaan seperti Adriana Lima, yang mencatatkan penampilan ke-21 pertunjukannya untuk merek tersebut pada Minggu malam.(dwi)
Baca juga:
Gugup, Kendall Jenner Tampil Maksimal di Victoria Secret Fashion Show