MerahPutih.com - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menanggapi instruksi Presiden Prabowo Subianto yang ingin bahasa Prancis diajarkan di seluruh jenjang sekolah di Indonesia.
Dia mendukung penguatan kemampuan bahasa asing, namun meminta pemerintah menyiapkan skema pelaksanaan yang jelas sebelum kebijakan diterapkan.
“Kami tentu mendukung upaya pemerintah meningkatkan kemampuan bahasa asing peserta didik sebagai bekal menghadapi persaingan global."
Namun, terkait arahan Presiden untuk memperluas pembelajaran bahasa Prancis, perlu ada kejelasan implementasi di sekolah mengingat penguatan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib juga baru dijalankan tahun ini,
kata Hetifah di Jakarta, Minggu (31/5).
Menurut Hetifah, tantangan terbesar dalam pelaksanaan kebijakan tersebut adalah kesiapan sumber daya manusia, khususnya guru bahasa Prancis. Ia mengingatkan jangan sampai sekolah harus menjalankan program baru tanpa dukungan tenaga pengajar yang cukup.
Baca juga:
“Yang perlu menjadi perhatian adalah kesiapan sumber daya pendidikan, terutama ketersediaan dan kompetensi guru. Jangan sampai sekolah dibebani kebijakan baru tanpa dukungan tenaga pengajar yang memadai serta sarana pembelajaran yang cukup,” ujarnya.
Politikus Golkar itu juga menyoroti metode pembelajaran bahasa asing yang dinilai harus lebih relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, siswa akan lebih mudah menerima materi jika disampaikan melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.
Ia mencontohkan penggunaan percakapan sehari-hari, permainan edukatif, musik, film, budaya, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran bahasa asing.
Pembelajaran bahasa asing harus dibuat menarik dan menyenangkan bagi siswa. Pendekatan melalui percakapan, permainan, musik, film, budaya, dan teknologi digital akan lebih efektif dibandingkan metode yang terlalu menekankan hafalan dan teori,
ucap Hetifah.
Lebih lanjut, Hetifah menilai kualitas pengajaran harus menjadi prioritas utama. Ia menegaskan keberhasilan pembelajaran bahasa asing tidak diukur dari banyaknya bahasa yang diajarkan, melainkan dari kesiapan guru dan minat belajar siswa.
Baca juga:
Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis di Sekolah Tuai Sorotan, P2G Usul Jadi Ekstrakurikuler
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan agar bahasa Prancis dipelajari di seluruh tingkatan sekolah di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, Paris, Prancis, Kamis (28/5), di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Prabowo menilai penguasaan bahasa Prancis penting sebagai bagian dari persiapan Indonesia menghadapi perkembangan global di masa depan. (Pon)