Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jakarta Darurat Kabel Tak Bertuan, Pemprov DKI Kejar Tayang Pergub Jaringan Utilitas Bawah Tanah demi Keselamatan Warga

Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 Maret 2026

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini tengah mempercepat penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan teknis pelaksanaan Perda Jaringan Utilitas.

Pergub ini sendiri telah disahkan DPRD DKI pada Desember 2025 guna mengatasi persoalan kabel semrawut di ibu kota serta untuk memastikan keselamatan warga dan memperbaiki estetika Jakarta menuju status kota global yang rapi dan aman.

Baca juga:

HiFi Air Indosat Resmi Meluncur, Solusi Internet Rumah Tanpa Instalasi Kabel

Urgensi Regulasi di Lapangan

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, menegaskan bahwa tanpa adanya aturan teknis berupa Pergub, Perda Jaringan Utilitas tidak akan memiliki kekuatan eksekusi yang kuat di lapangan. Regulasi turunan ini sangat krusial untuk mengatur detail pelaksanaan penataan kabel.

“Kami berharap Perda yang sudah dihasilkan bisa segera ditindaklanjuti oleh Bapak Gubernur dalam bentuk Pergub. Karena Perda ini tidak akan ada 'giginya’ kalau tidak ada Pergub. Pergub-lah yang mengatur teknis pelaksanaannya di lapangan,” ujar Aziz, Rabu (4/3).

Menghilangkan Hutan Kabel di Langit Jakarta

Kondisi kabel yang menjuntai di berbagai ruas jalan, terutama jalan protokol, dinilai sudah pada tahap mengkhawatirkan. Selain merusak pemandangan, kabel-kabel yang mayoritas milik penyedia layanan internet ini seringkali tidak jelas kepemilikannya dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya saat cuaca ekstrem.

Baca juga:

Dua Pelaku Pencurian Kabel LAA di Lintas Citayam–Bojonggede Diringkus, Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Aziz mendorong agar penataan ini dilakukan secara menyeluruh dengan memindahkan jaringan kabel dari udara ke bawah tanah. Hal ini dipandang sebagai syarat mutlak bagi Jakarta untuk bersaing sebagai kota global.

“Kalau kita ingin menjadi kota global, maka secara estetika juga harus siap. Tidak ada lagi kabel di atas. Semua tertata dan masuk ke bawah tanah sehingga terlihat lebih indah,” tegasnya.

Baca Artikel Asli