MerahPutih.com - Setelah menuai banyak kritikan dan tekanan atas tindakannya di kawasan Kota Suci, Israel akhirnya memutuskan untuk membongkar pelacak logam yang terpasang di pintu masuk kawasan masjid Al Aqsa, Selasa (25/7). Israel mengganti pelacak logam itu dan menggantinya dengan alat pengawas pintar.
Sebelumnya, Israel memasang pelacak logam pada titik masuk kawasan masjid al-Aqsa, di Jerusalem. Hal itu dilakukan Israel setelah dua petugas polisi Israel ditembak hingga tewas oleh tiga pelaku bersenjata keturunan Arab-Israel pada 14 Juli lalu. Nah, pemasangan alat tersebut memicu terjadinya bentrokan terburuk antara Israel dan Palestina dalam beberapa tahun belakangan ini.
Peningkatan ketegangan dan kematian tiga warga Israel serta empat warga Palestina dalam kekerasan beberapa hari itu memicu kekhawatiran dunia. Dewan Keamanan PBB pun mengadakan pertemuan guna mencari jalan keluar atas situasi di Jerusalem.
Seperti dilansir kantor berita Reuters, kini Kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memutuskan untuk membongkar pelacak logam itu setelah mengadakan pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam, dalam sidang yang digelar untuk kedua kalinya pada Senin (24/7).
Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah forum para menteri senior menyimpulkan hasil pertemuannya. Mereka telah memutuskan untuk bertindak atas rekomendasi dari badan keamanan PBB dan mengganti pelacak logam dengan alat pengawas pintar.
Para saksi mata di Kota Tua, melihat para pekerja tengah memasang tiang logam di beberapa jalan, untuk memasang kamera TV sirkuit tertutup (CCTV). Media Israel mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk berinvestasi pada sistem kamera yang canggih.
Pernyataan kabinet tersebut menambahkan bahwa pihaknya telah menyediakan dana sebesar USD 28 juta untuk persediaan peralatan dan mengerahkan petugas polisi tambahan.
Sebelumnya, Netanyahu tidak menyerah pada tekanan Palestina. “Perangkat pelacak logam akan tetap terpasang di sana,” kata Netanyahu Minggu (23/7) lalu.
Namun semakin meningkatnya kekerasan di daerah Jerusalem, Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan penghentian semua hubungan resmi dengan Israel. Kritik internasional terus datang menekan Israel. Kini Israel pun melunak dan mencopot perangkat tersebut. (mas)