Israel Pasang Alat Canggih Awasi Warga Palestina di Kasawan Masjid Al Aqsa

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 25 Juli 2017
Israel Pasang Alat Canggih Awasi Warga Palestina di Kasawan Masjid Al Aqsa

Pengunjuk rasa Palestina melemparkan kembali kaleng gas airmata yang ditembakkan pasukan Israel saat terjadi bentrokan dekat pos pemeriksaan Qalandiya, dekat kota Ramallah, Tepi Barat, Jumat (21/7). (

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah menuai banyak kritikan dan tekanan atas tindakannya di kawasan Kota Suci, Israel akhirnya memutuskan untuk membongkar pelacak logam yang terpasang di pintu masuk kawasan masjid Al Aqsa, Selasa (25/7). Israel mengganti pelacak logam itu dan menggantinya dengan alat pengawas pintar.

Sebelumnya, Israel memasang pelacak logam pada titik masuk kawasan masjid al-Aqsa, di Jerusalem. Hal itu dilakukan Israel setelah dua petugas polisi Israel ditembak hingga tewas oleh tiga pelaku bersenjata keturunan Arab-Israel pada 14 Juli lalu. Nah, pemasangan alat tersebut memicu terjadinya bentrokan terburuk antara Israel dan Palestina dalam beberapa tahun belakangan ini.

Peningkatan ketegangan dan kematian tiga warga Israel serta empat warga Palestina dalam kekerasan beberapa hari itu memicu kekhawatiran dunia. Dewan Keamanan PBB pun mengadakan pertemuan guna mencari jalan keluar atas situasi di Jerusalem.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, kini Kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memutuskan untuk membongkar pelacak logam itu setelah mengadakan pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam, dalam sidang yang digelar untuk kedua kalinya pada Senin (24/7).

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah forum para menteri senior menyimpulkan hasil pertemuannya. Mereka telah memutuskan untuk bertindak atas rekomendasi dari badan keamanan PBB dan mengganti pelacak logam dengan alat pengawas pintar.

Para saksi mata di Kota Tua, melihat para pekerja tengah memasang tiang logam di beberapa jalan, untuk memasang kamera TV sirkuit tertutup (CCTV). Media Israel mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk berinvestasi pada sistem kamera yang canggih.

Pernyataan kabinet tersebut menambahkan bahwa pihaknya telah menyediakan dana sebesar USD 28 juta untuk persediaan peralatan dan mengerahkan petugas polisi tambahan.

Sebelumnya, Netanyahu tidak menyerah pada tekanan Palestina. “Perangkat pelacak logam akan tetap terpasang di sana,” kata Netanyahu Minggu (23/7) lalu.

Namun semakin meningkatnya kekerasan di daerah Jerusalem, Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan penghentian semua hubungan resmi dengan Israel. Kritik internasional terus datang menekan Israel. Kini Israel pun melunak dan mencopot perangkat tersebut. (mas)

#Israel #Palestina #Konflik Palestina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Dunia
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Pesawat Ethiopian Airlines menuju Tel Aviv dilaporkan putar balik setelah Israel mengetahui pilotnya warga Indonesia. Simak kronologi dan penyebabnya.
ImanK - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Dunia
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Bagikan