Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Iran Tahan Puluhan Jaringan Milisi Terkait Teroris

Eddy Flo - Senin, 26 Juni 2017

Petugas Iran menahan sedikit-dikitnya 50 orang, yang dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok petempur di provinsi barat, kata jaksa pada Minggu terkait tindakan terkini dalam serangkaian penangkapan menyusul serangan senjata dan bom kembar di Teheran.

Penangkapan itu dilakukan beberapa hari setelah Garda Revolusi Iran menembakkan peluru kendali dari Iran barat ke Suriah bagian timur, yang ditujukan ke sarang IS, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan pada 7 Juni di ibu kota, Teheran, yang menewaskan 18 orang.

"Sejak serangan teroris di Teheran, lebih dari 50 pendukung dan unsur terkait dengan kelompok teror ditangkap di provinsi Kermanshah," kata jaksa provinsi Nemat Sadeqi kepada kantor berita IRNA.

"Sejumlah besar sabuk bunuh diri, pemicu elektronik dan senjata disita dari tahanan itu," kata IRNA mengutip Sadeqi.

Pihak berwenang Iran telah mengumumkan puluhan penangkapan menyusul serangan Teheran. Pada Sabtu, media pemerintah mengatakan pasukan keamanan telah menangkap anggota sebuah kelompok yang terkait dengan kelompok IS yang telah merencanakan pemboman dan serangan bunuh diri di pusat keagamaan kelompok Syiah.

Serangan oleh militan Muslim Sunni pada parlemen Iran dan di dekat makam pendiri Republik Islam telah memperburuk ketegangan kawasan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan penangkapan itu akan meningkatkan kebencian terhadap Arab Saudi, kekuatan Sunni utama di kawasan, dan Amerika Serikat.

Korps Garda Revolusioner Islam, yang berpengaruh, menuding Arab Saudi berada di balik serangan tersebut, yang jarang terjadi di Iran.

Menteri Luar Negeri Saudi del A-Jubeir, ketika berbicara di Berlin, mengatakan ia tidak tahu siapa yang bertanggung jawab dan tidak ada bukti keterlibatan kalangan pegaris keras Saudi.

Serangan juga memperburuk ketegangan di Iran antara Presiden Hassan Rouhani, yang baru terpilih serta merupakan sosok pragmatis, dan saingan-saingannya di antara kalangan ulama garis keras dan Garda Revolusioner.

Setidak-tidaknya 12 orang tewas oleh para penyerang, kata kepala departemen tanggap darurat Iran Pir-Hossein Kolivand, seperti dikutip stasiun penyiaran IRIB. Sekitar 43 orang terluka dalam serangan itu.

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli