MerahPutih.com - Ketegangan di Timur Tengah, khususnya kawasan Selat Hormuz kembali memuncak. Senin (13/7), Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di tiga negara Arab, meliputi kawasan Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
Pemerintah Iran menegaskan serangan ke tiga negara itu disebut sebagai respons atas serangan udara AS terhadap provinsi pesisir Iran sehari sebelumnya.
Baca juga:
Sehari sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam pernyataan resminya mengakui telah melancarkan serangan baru dengan target sistem pertahanan udara, situs radar pesisir, serta kemampuan rudal dan drone Iran.
Telah menyelesaikan gelombang baru serangan ofensif terhadap Iran,
Komando Pusat AS (CENTCOM)
3 Tahap Serangan Balasan Iran
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan Sepah News, IRGC menyebut tahap pertama operasi balasan menyasar Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania. Rudal dan drone Iran diklaim membakar silo rudal besar serta tangki bahan bakar di pangkalan AS itu.
Baca juga:
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Tahap kedua serangan diarahkan ke pangkalan AS di Sheikh Isa, Bahrain. Dilansir Antara, IRGC menyebut berhasil menghancurkan pusat perawatan dan perbaikan helikopter, hanggar pesawat pengintai P-8, serta pusat komando dan kendali drone.
Tahap ketiga operasi balasan Iran menyasar pangkalan AS di Kuwait. IRGC mengklaim menghancurkan depot bahan bakar, sistem pertahanan udara Patriot, serta fasilitas radar FPS. Serangan ini memperlihatkan cakupan luas operasi balasan Iran terhadap aset militer AS di kawasan.
Baca juga:
Dalam 48 Jam, Iran Serang Pangkalan AS di Timur Tengah Dengan Rudal dan Drone Skala Besar
Fakta di Balik Bentrokan Terbaru AS VS Iran
- Pemicu: Serangan udara AS ke provinsi pesisir Iran setelah IRGC mencegat dua kapal di Selat Hormuz.
- Balasan Iran: Serangan rudal dan drone ke pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
- Target: Silo rudal, tangki bahan bakar, pusat perawatan helikopter, hanggar pesawat P-8, pusat komando drone, depot bahan bakar, sistem Patriot, radar FPS.
- Respons AS: CENTCOM klaim serangan ofensif baru terhadap sistem pertahanan Iran.
- Situasi: Eskalasi konflik Selat Hormuz semakin meluas ke tiga negara Arab.
(*)