Merahputih.com - Sekelompok massa mendatangi Gedung DPP Perindo di bilangan Jalan Diponogoro, Menteng. Mereka mengkritik Perindo terkait penangkapan terhadap Ketua DPD Sorong, Sayang Mandabayan yang diduga membawa bendera bintang kejora.
Korlap Serikat Mahasiswa Islam Indonesia, Chairul Umam melihat bahwa ruang gerak politik seluruh pengurus, anggota, dan kader organisasi pastinya menjadi sebuah representasi dari kebijakan politik partai yang dipimpin oleh Harry Tanoesoedibjo.
Baca Juga:
Ini Alasan Mahasiswa Papua Pembawa Bendera 'Bintang Kejora' Tak Ditangkap
"Kami mendesak Hary Tanoesoedibjo selaku ketua umum PERINDO untuk meminta maaf kepada rakyat Indonesia atas tindakan penghasutan yang dapat merusak persatuan dalam bebangsa dan bernegara oleh Ketua DPD Perindo Sorong Sayang Mandabayan dengan bendera bintang kejora dengan ukuran 12x25 sentimeter sebanyak 1.500 lembar dan spanduk serta kaos yang memuat konten provokatif," kata Chairul kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/9).
Chairul meminta Polri untuk segera memanggil dan memeriksa Hary Tanoesoedibjo atas adanya dugaan keterkaitan kerusuhan Papua dengan Partai Perindo.
"Kasus ini harus diusut tuntas," kata Chairul.
Ia lantas meminta Presiden Dan Wakil Presiden Terpilih Menolak Keterlibatan Perindo dalam penyusunan maupun memasukan kader atau pengurus dan rekomendasi Perindo didalam kabinet kerja 2019-2024.
"Serta mencoret PERINDO dari koalisi Indonesia kerja," jelas dia.
Sementara itu, Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia, Yaser Hatim mengajak masyarakat untuk melakukan Gerakan mosi tidak percaya kepada Partai Politik Perindo.
"Karena partai Perindo yang seharusnya menjaga Persatuan Indonesia sebagaimana singkatan dan filosofi partainya ternyata hari ini partai perindo terbukti melakukan Gerakan pemecah belah bangsa," ungkap Yaser.
Yaser juga meminta dan mendukung presiden untuk segera mengajukan permohonan pembubaran partai perindo kepada mahkamah Konstitusi.
Menurut Yaser, besok pihaknya bakal melakukan audiensi ke Mabes Polri untuk mendesak agar kasus ini diusut tuntas.
"Kami minta semua pihak termasuk Polri mengusut kasus ini," kata dia.
Baca Juga:
Pengibaran Bintang Kejora di Depan Istana Upaya Pancing Aparat Bertindak Anarkistis
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Perindo Kota Sorong bernama Sayang Mandabayan ditangkap di Bandara Rendani Manokwari lantaran kedapatan membawa 1.500 bendera Bintang Kejora berukuran kecil. Polisi juga menyita spanduk dan kaos yang dianggap memuat konten provokatif.
Yasser yakin langkah ini adalah sebuah gerak politik dalam meyakinkan Amerika serikat untuk dapat mempererat hubungan kepentingan jangka Panjang harry tanoe melalui pendekatan personal kepada trump.
"Ini sebuah alur gerak politik harry tanoe dalam rangka menuju panggung politik yang lebih tinggi, sehingga target nya adalah menjadi pemimpin di negeri Indonesia ini," jelas Yasser. (Knu)