MerahPutih.com - Ada cara baru yang dilakukan pemerintah kepada pelajar Jakarta ketika terjaring aparat kepolisiam saat melakukan aksi unjuk rasa.
Kali pertama, sebanyak 29 pelajar Jakarta yang terjaring dalam aksi demo 27 Agustus 2026 di kawasan DPR/MPR dikirim ke barak di kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor. Mereka harus mengikuti program Pembekalan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Metro Jaya.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Metro Jaya Nomor B/397/IX/OTL.4./2026/Ditres PPA dan PPO tanggal 2 September 2026," kata Nahdiana, dikutip Kamis (10/9).
Baca juga:
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Puncak Peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat
Program tersebut dikoordinasikan Polda Metro Jaya bersama Kementerian Pertahanan melalui KKRI dan berlangsung pada 5-14 September 2026. Kemudian, pesertanya merupakan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) yang terjaring dalam aksi unjuk rasa. Dari total 151 peserta program, sebanyak 29 orang merupakan pelajar yang ditugaskan Disdik DKI Jakarta.
Berdasarkan surat Disdik DKI tertanggal 3 September 2026, ke-29 pelajar tersebut diminta mengikuti agenda Pembekalan Bela Negara KKRI Tahun 2026.
Ke-29 pelajar itu terdiri dari 12 siswa SMK, tujuh siswa SMA, empat siswa SMP, empat peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), satu siswa Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan satu siswa SD. Para peserta dijadwalkan berangkat pada 4 September 2026. Pembukaan kegiatan dilakukan pada 5 September 2026.
Rangkaian pembekalan kemudian berlangsung hingga 14 September 2026. Dalam agenda tersebut tercantum kegiatan LPKASI Stand By Force TNI. Setelah rangkaian kegiatan selesai, para peserta dijadwalkan kembali ke Jakarta pada 14 September 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai program bela negara yang diikuti puluhan pelajar di barak merupakan program yang baik untuk membuat para pelajar lebih menghargai dan menyayangi negara sendiri.
Menurut saya, program ini menjadi baik karena apa? Untuk membuat terutama para pelajar itu lebih menghargai, menyayangi terhadap negaranya sendiri,
ucap Pramono saat ditemui usai meninjau pembangunan SJUT di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).
Pramono mengatakan, program bela negara tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Polda Metro Jaya.
Menurut dia, peserta program tidak hanya berasal dari Jakarta melainkan juga daerah sekitar, seperti Tangerang, Bekasi, Tangerang Selatan, Bogor, dan Depok. (*)