MerahPutih.com - Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menilai Polri harus mempunyai persiapan matang terkait pembentukan Detasemen Khusus Anti Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor).
Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian diminta memilih anggota yang mempunyai mental baja dan siap menolak pemberian suap.
"Harus profesional, memahami hukum pidana, hukun perdata, hukum bisnis, cara penggunaan anggaran, prosedur pelaksnaan proyek dan pengadaan barang, prosedur lelang barang negara," ujar Bambang, Rabu (19/7).
Kapolri juga harus berani membuka pengawasan secara luas terhadap pelaksanaan tugas Densus Antikorupsi. Anggota Densus Antitipikor juga harus dapar berfikir objektif atau tidak subjektif. Jangan merasa polisi paling benar atau merasa selalu benar, tidak berani mengakui kesalahan dan sering berkelit dalam memberi penjelasan.
"Harus bersikap arif dalam bertindak, tidak emosional atau main tembak saja," kata Bambang.
Kapolri juga diminta memilih anggota yang mempunyai kemampuan analisis terhadap kasus korupsi yang tinggi. "Sebab korupsi bukan mono kausa tetapi multi kausa," ucap Bambang.
Diharapkan pula, anggota Densus Tipikor merupakan orang-orang yang mempunyai sikap independen dan tidak memihak kepada kepentingan kelompok politik, pengusaha, mafia dan lain-lain.
"Kalau hal-hal tersebut tidak dibenahi lebih dulu, atau hanya mengandalkan kekuasaan saja, masalah pembangunan nasional bisa jadi kacau. Jadi pembentukan lembaga ini harus dilandasi pemikiran yang arif, tidak grusa-grusu mumpung berkuasa," ucap Bambang. (Ayp)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Korupsi Sewa Mobil 294 Unit, Petinggi Bank Sumut Dituntut 7 Tahun Penjara