Ini Alasan KPAI Larang Peredaran Buku Pustaka Widyatama

Kamis, 28 Desember 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan adanya dugaan penyebaran unsur gerakan LGBT dalam buku bacaan anak 'Balita Langsung Lancar Membaca' terbitan Pustaka Widyatama, tahun 2011.

Temuan tersebut didasarkan atas laporan orang tua murid kepada KPAI disertai bukti sampel cetakan yang tersebar di pasaran. Terkait hal itu, KPAI meminta penerbit segera merevisi konten buku dan segera menarik dari peredaran.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, larangan buku berbau LGBT merupakan antisipasi atas pengaruh kampanye LGBT terhadap anak.

"Pertama ini konten kampanye, ini jelas berefek mengarahkan pemahaman anak bahwa LGBT itu boleh, itu yang kita takutkan," kata Retno saat jumpa pers di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/12).

Selanjutnya, kata dia, buku berkonten LGBT dirasa tak pantas untuk disajikan untuk anak-anak. Apalagi, kata Retno, buku yang ditemukan merupakan buku bacaan PAUD.

"Konten LGBT adalah konten dewasa dan tidak pantas untuk anak-anak. Kontroversi LGBT cukup menjadi perdebatan orang dewasa, tidak untuk anak," katanya.

Selain buku berbau LGBT, Retno menambahkan ada sejumlah buku yang dilarang beredar untuk anak-anak. Di antaranya, buku terindikasi mengandung unsur kekerasan, pornografi, dan radikalisasi.

"KPAI juga mendorong IKAPI untuk ikut menegur para penerbit yang menjadi anggota ketika buku terbitnya terindikasi hal tersebut," ucap dia. (Fdi)

Baca berita terkait Pustaka Widyatama lainnya: Dipanggil KPAI, Penerbit Pustaka Widyatama Mangkir

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan