KPAI Tuntut Usut Tuntas Kematian Siswa Pahoa, Jangan Sampai Korban Dicap Stigma Negatif
Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Pahoa di Ganding Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, (ANTARA/Azmi Samsul M)
MerahPutih.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus kematian seorang siswa berinisial NCA (13) di Sekolah Swasta Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Pahoa di Gading Serpong, Tangerang.
Pengusutan tuntas kasus ini penting untuk memberikan kejelasan kepada keluarga korban dan menghindari stigma negatif terhadap anak.
“(Kami) meminta kepolisian tetap melakukan pengusutan, karena hak anak yang meninggal dunia mendapatkan kejelasan penyebab kematian dengan terang benderang agar anak tidak mendapatkan stigma negatif,” kata Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, dalam keterangan resminya, di Jakarta, dikutip Jumat (7/11).
Baca juga:
Siswa Pahoa Meninggal Jatuh dari Lantai 8, Polisi Periksa 5 Saksi Sita CCTV Sekolah
KPAI juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan berharap kasus serupa tidak terulang di masa mendatang. “Kami turut prihatin atas meninggalnya siswa SMP tersebut,” tandas Diyah.
Polisi Sita CCTV Sekolah
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, mengatakan telah memeriksa lima saksi dari pihak sekolah dan rekan korban, dengan pendampingan guru serta wali kelas.
“Sudah kami mintai lima keterangan saksi dari pihak sekolah dan rekan-rekannya. Juga didampingi guru dan wali kelasnya,” kata Wira, dilansir Antara.
Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mengungkap penyebab insiden.
Baca juga:
Bullying Kembali Terjadi di Sekolah Swasta Jakarta, DPRD DKI Sudah Terima Aduan Orang Tua Korban
“Kami dari Polres Tangsel dengan Polsek Kelapa Dua telah mengamankan CCTV yang berada di sekolah untuk menyelidiki peristiwa yang ada pada saat kejadian,” tandasnya. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Prabowo Minta Australia Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Tragedi Siswa SD di NTT, Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT, Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan