Insiden Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, KPAI Sebut Longgarnya Pengawasan Keamanan Sekolah
Insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading. Foto: MerahPutih.com/Didik
MerahPutih.com - Insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, memicu sorotan tajam akan keamanan sekolah.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah menilai, peristiwa ini mencerminkan lemahnya sistem pengawasan keamanan sekolah, baik di lembaga pendidikan negeri maupun swasta.
“Barang-barang berbahaya seharusnya tidak dapat masuk ke lingkungan sekolah karena dapat membahayakan keselamatan siswa dan guru,” kata Margaret kepada wartawan di Jakarta dikutip Sabtu (8/11).
Ia menilai, pengawasan terhadap barang bawaan siswa dan pengendalian lingkungan sekolah perlu segera diperketat agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca juga:
"Yang kemudian menjadi atensi adalah bagaimana terkait dengan pengawasan keamanan ini, dan praktiknya kecolongan nih?. Kok bisa barang kayak senjata kayak begitu tuh lolos masuk ke sekolah," ujar Margaret.
Margaret menyebutkan, pengawasan tak boleh hanya fokus pada barang bawaan murid. Menurutnya, kondisi psikologis murid juga harus menjadi perhatian agar potensi tindakan berbahaya dapat dicegah sejak dini.
"Ini tentu menjadi PR menurut saya, yang harus tidak sekadar dalam kebijakan. Tetapi praktiknya bagaimana nih," katanya.
Ia menegaskan, KPAI mendorong sekolah untuk menerapkan konsep sekolah ramah anak. Termasuk penguatan konseling dan pendampingan psikologis.
Baca juga:
Petugas Brimob Senjata Lengkap Jaga Ketat SMAN 72 Jakarta Pasca Ledakan
"Saya kira imbauan itu yang perlu menjadi atensi kita bersama. Ini kan problem yang cukup memprihatinkan," ujarnya.
Diketahui, ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi beberapa kali saat berlangsungnya Salat Jumat di masjid sekolah.
Peristiwa itu membuat para siswa panik dan berlarian keluar. Sejumlah korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Polda Metro Jaya telah mendirikan posko bantuan bagi korban di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RS Yarsi. Terduga pelaku diduga merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut. (knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Enak Nih! Guru Sekolah Garuda Bakal Dapat Rumah Dinas
Kualat Instan! Lempar Petasan ke Emil Audero, Jari Oknum Suporter Inter Milah Malah Meledak Jadi Bubur
KPAI Usul Penyaluran Program MBG Ramah Anak tidak Libatkan Aparat Keamanan
Angin Kencang Terjang Cilincing, 51 Rumah dan 1 Sekolah Rusak
Upacara Bendera di Sekolah Wajib Dilakukan Setiap Hari Senin, Kini Ada Ikrar Pelajar Indonesia
DPR Minta Guru dan Murid Korban Bencana Tak Sekadar Dibangunkan Gedung, Tapi Dipulihkan Mentalnya
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Gedung Sekolah Hancur Diterjang Bencana, DPR Semprot Pemerintah: Jangan Biarkan Anak-anak Putus Sekolah
Permendikdasmen Sekolah Aman Terbit, DPR Dorong Pendidikan Lebih Humanis
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat