MerahPutih.com - Bareskrim Polri turun tangan mengusut dugaan pelanggaran protokol kesehatan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Jakarta.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian R Djajadi mengatakan, kasus ini ditangani Bareskrim karena berhubungan dengan perkara lainnya.
"Supaya bisa menjadi satu penanganan, makanya ditarik ke Bareskrim, baik yang ada di Banten, Jawa Barat, maupun Polda Metro," tuturnya kepada wartawan, Sabtu (19/12).
Baca Juga:
Santri dari Ponpes di Banten Keciduk Bawa Celurit, Diduga Ingin Ikut Aksi Bebaskan Rizieq
Andi menuturkan, teknis penarikan kasus tersebut masih dibicarakan, termasuk menyoal penahanan Rizieq di Polda Metro Jaya.
"Itu (penahanan Rizieq) yang sekarang masih dibicarakan di Polda Metro. Teknisnya masih proses rapat," tutur Andi.
Andi menuturkan, berkas perkara kedua kasus itu tetap dipisah. Proses penyidikan juga akan melibatkan penyidik di daerah.
"Tetap berdiri, kan locus dan tempus berbeda, dalam penanganannya di Bareskrim, dikoordinir di Bareskrim," tuturnya.
Andi mengatakan, pihaknya tinggal melanjutkan proses penyidikan, sehingga tidak mengulang dari awal.
"Iya, betul (melanjutkan penyidikan) bukan dari nol lagi," imbuhnya.
Seperti diketahui, kasus ini bermula ketika Rizieq Shihab pulang ke tanah air pada 10 November 2020.
Sepulang dari Arab Saudi, Rizieq menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11).
Kegiatan itu menimbulkan kerumunan dengan jumlah massa yang masif. Massa sampai menutup Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat, saat itu.
Baca Juga:
Reaktif COVID-19, Puluhan Massa Pendukung Rizieq Digiring ke RS Wisma Atlet
Rizieq Shihab juga mengunjungi Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Kabupaten Bogor.
Para santri antusias menyambut kedatangan Rizieq. Dalam kegiatan itu, terjadi kerumunan massa. Sebagian massa bahkan ada yang tak mengenakan masker.
Penanganan perkara ini diharapkan bisa lebih profesional dibandingkan sebelumnya.
"Mudah-mudahan karena diambil alih Mabes Polri, penanganannya lebih profesional, bersih dari kepentingan politik dan jabatan," ujar Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar kepada wartawan. (*)
Baca Juga:
Dua Anggota Polisi Jadi Korban Sabetan Samurai Massa Pendukung Rizieq