MERAHPUTIH.COM — DIREKTORAT Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggencarkan operasi pemberantasan peredaran gelap narkotika secara serentak di seluruh Indonesia. Penindakan difokuskan untuk memutus jaringan bandar hingga aktor utama yang mengendalikan perdagangan narkoba.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Parluhutan Siagian mengatakan operasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Hal itu disampaikan Kristian saat meninjau operasi pemberantasan narkoba bersama jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di kawasan Kampung Ambon, Jakarta Barat, Jumat (9/10).
“Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia. Serentak, arahan Presiden kepada Kapolri sudah jelas, kami maknai dan kami tidak akan tidur. Kami tidak akan tidur, masyarakat di hati kami. Kami akan berantas mata rantai narkoba,” kata Kristian kepada wartawan.
Kristian menegaskan strategi pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku yang beroperasi di lapangan. Polri juga membidik pihak-pihak yang mengorganisasi jaringan, memasok barang terlarang, hingga meraup keuntungan dari perdagangan narkotika.
Baca juga:
Polisi Endus Jejak Transaksi di ‘Kampung Narkoba’, Temukan Lokasi Penyerahan Barang
Menurut dia, penguatan intelijen dan kerja sama lintas instansi diperlukan untuk memastikan jaringan yang telah diungkap tidak kembali beroperasi. “Fokus kami bukan hanya menangkap pelaku di lapangan, melainkan juga memutus mata rantai hingga ke aktor utama yang mengorganisasi, memasok, dan mengeruk keuntungan dari perdagangan ilegal ini,” tegasnya.
Kristian mengibaratkan pemberantasan narkoba sebagai upaya menghancurkan sumber persoalan, bukan sekadar menangani dampak yang ditimbulkan. “Jangan hanya mengobati gejalanya, tapi hancurkan sumber penyakitnya agar aliran narkoba benar-benar terhenti,” lanjut dia.
Selain penindakan terhadap jaringan bandar, Kristian menegaskan pentingnya dukungan masyarakat dalam membantu kepolisian mengungkap peredaran narkotika. Ia mengimbau warga melaporkan dugaan aktivitas peredaran narkoba melalui saluran resmi kepolisian. Polri berharap operasi yang dilakukan secara serentak dapat mempersempit ruang gerak jaringan bandar sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman peredaran narkotika.(knu)
Baca juga:
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga