Indonesia Tempati Urutan ke-114 dalam Kasus Bunuh Diri

Minggu, 27 Agustus 2017 - Luhung Sapto

MerahPutih.com - Fenomena bunuh diri kini makin meningkat di masyarakat Indonesia. Menurut ahli kedokteran jiwa, Dr. dr. Carla Raymondalexas Marchira, Indonesia menempati urutan ke-114 di dunia (per 100.000 populasi) sebagai negara yang warganya paling banyak melakukan bunuh diri.

"Kelompok remaja paling rentan melakukan bunuh diri. Pada orang berusia 15-29 tahun, bunuh diri menjadi penyebab kedua kematian," kata Dr Carla dalam Talkshow Fenomena Bunuh Diri: Aspek Psikiatri dan Psikologi di Kampus UGM, Yogyakarta pada Selasa (22/8).

Disusul orangtua berusia non produktif menempati urutan kedua pelaku bunuh diri berdasarkan usia. Sementara di usia non produktif, yang rentan melakukan bunuh diri berusia di atas 60 tahun.

Menurut Dr Carla, pemicu bunuh diri berbeda-beda pada setiap orang. Namun, sebagian besar remaja bunuh diri disebabkan permasalahan asmara dan hubungan dengan kelompok sosial dan keluarga.

Sedangkan di kalangan lansia faktor pemicu utama adalah penyakit yang tak kunjung sembuh.

"Remaja itu hormonnya naik turun. Jadi Mood mereka berubah-ubah dan labil. begitu ada pemicu stress sedikit bisa membuat remaja ga berfikir panjang dan mencoba bunuh diri," jelasnya.

Berdasarkan Data WHO, cara-cara yang biasa dilakukan untuk menghilangkan nyawa adalah meneguk Pestisida, gantung diri dan menggunakan senjata api atau tajam.

Baru-baru ini Polresta Cirebon mendapati seorang mahasiswi STIKES Kuningan, Kampus II ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri di kamar kosnya. Diduga kuat pemicunya karena masalah keluarga. (*)

Berita ini berdasarkan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com untuk DI Yogyakarta dan sekitarnya. Silakan baca juga artikel terkait di: Mahasiswi Tewas Gantung Diri di Kamar Indekos

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan